Salman IPA IX 104 5 12/11/2024
IPA IX
Salman @Salman December 11, 2024 104 5

I - Sistem Reproduksi§

A. Sistem Reproduksi Manusia§

1. Organ Reproduksi§

Pria§

Organ reproduksi pada pria terbagi dua:

  1. Organ Reproduksi Dalam
    1. Testis
      • Jumlah: Sepasang (kiri-kanan)
      • Fungsi: Didalamnya terdapat tubulus seminiferus sebagai tempat pembentukan sperma dan hormon testosteron
      • Berat: 450 gram
    2. Saluran Reproduksi
      1. Epididimis
        • Merupakan saluran yang keluar dari testis
        • Panjang dan berkelok
        • Fungsi: Tempat pematangan dan penyimpanan sementara spermatozoa
      2. Vas Deferens
        • Saluran lanjutan dari Epididimis dan berakhir di prostat
        • Fungsi: Mengangkut sperma ke vasikula seminalis
    3. Kelenjar Kelamin
      1. Vasikula Seminalis
        • Kantong semen (mani) yang dindingnnya meyekresikan cairan lendir yang banyak mengandung fruktosa, sedikit asam askorbat, dan asam amino.
        • Bahan-bahan kimia tersebut berfungsi untuk memberi makan dan melindungi sperma sebelum membuahi ovum
      2. Kelenjar Prostat
        • Kelenjar berbentuk bulat yang mengelilingi bagian pangkal saluran uretra.
        • Kelenjar ini menghasilkan cairan bersifat basa dan berwarna putih susu.
        • Cairan tersebt berfungsi untuk menetralkan sifat asam pada vas eferens dan cairan yang ada di dalam vagina sehingga sperma dapat bergerak aktif.
      3. Kelenjar Cowper/bulbouretralis
        • Berukuran sebesar butir kacang yang terletak di bagian pangkal uretra
        • Menyekresikan cairan mukosa yang berfungsi sebagai pelicin dan pembersih uretra dari sisa urin.

    Alat reproduksi pria Testis

  2. Organ Reproduksi Luar
    1. Skrotum: Pembugkus/pelindung testis; Kantung yang didalamnya terdapat testis
    2. Penis: Alat Urogenital; alat penyalur sperma; alat perkawinan

Wanita§

Organ reproduksi wanita terbagi dua:

  1. Organ Reproduksi Dalam
    1. Ovarium
      • Merupakan organ reproduksi utama wanita
      • Jumlah sepasang, bentuk oval, ukuran 3-4 cm.
      • Berfungsi menghasilkan ovum (oogenesis) dan hormon esterogen dan progesteron
    2. Tuba Fallopi (Oviduk)
      • Saluran telur berjumlah sepasang
      • Bagian pangkal berbentuk corong disebut infundibulum
      • Pada Infundibulum terdapat jumbai (fimbrae) yang berfungsi menangkap ovum yang dilepaskan ovarium pasca ovulasi
      • Berfungsi menyalurkan ovum dari ovarium menuju uterus dan sebagai tempat fertilisasi (pembuahan sperma dengan ovum)
    3. Uterus
      • Berbentuk buah pear
      • Bagian bawahnya mengecil dan disebut serviks (leher rahim)
      • Berfungsi sebagai tempat implantasi (penemmpelan) dan perkembangan embrio apabila terjadi fertilisasi
      • Bagian dinding dalam rahim disebut endometrium yang akan mengalami penebalan pada saat ovulasi dan meluruh pada saat menstruasi
    4. Vagina
      • Merupakan saluran akhir dari saluran reproduksi dalam wanita
      • Bermuara pada vulva
      • Mempunyai dinding yang berlipat-lipat dengan bagian terluar berupa selaput lendir, bagian tengah berupa otot, dan bagian dalam berupa jaringan ikat berserat
      • Jaringan otot dan jaringan ikat berserat bersifat elastis Alat reproduksi dalam wanita
  2. Organ Reproduksi Luar
    1. Vulva: Celah paling luar dari alat kelamin wanita
    2. Labia Mayora (bibir besar): berfungsi untuk melindungi vagina
    3. Labia Minora (bibir kecil): berfungsi untuk melindungi vagina
    4. Klitoris: Organ erektil
    5. Lubang Vagina
    6. Selaput Dara (Hymen): selaput mukosa yang mengandung banyak pembuluh darah dan berfungsi menyaring kotoran agar tidak langsung masuk ke dalam vagina

Note: Untuk gambar organ reproduksi luar wanita tidak penyusun paparkan karena terlalu vulgar dan tidak ada pada buku IPA kelas 9

Hormon Reproduksi Wanita

  1. FSH (folicle stimulating hormon), berperan dalam pemasakan sel telur (ovum) di dalam ovarium.
  2. LH (luteinizing hormon), berfungsi merangsang pengeluaran ovum dari ovarium (ovulasi).
  3. Esterogen, merangsang pembentukan ciri seks sekunder pada perempuan, dan juga merangsang pertumbuhan testis.
  4. Progesteron, menjaga ketebalan uterus, sehingga jika terjadi kehamilan, embrio yang menempel di uterus tidak mudah luruh.

2. Mekanisme Pembentukan Gamet§

Spermatogenesis§

Spermatogenesis Fase Spermatogenesis

  1. Fase Proliferasi: saat pubertas, sel primordial mengalami mitosis, menghasilkan spermatogonium
  2. Fase Pertumbuhan: spermatogonium menjadi spermatosit primer
  3. Fase Pematangan: spermatosit primer bermeiosis I menjadi spermatosit sekunder. Spermatosit sekunder bermeiosis II menjadi spermatid
  4. Fase Transformasi: spermatid menjadi spermatozoa (sel sperma)

Oogenesis§

Oogenesis

Kesimpulan§

Alasan mengapa jumlah sperma bisa berjuta-juta dan ovum hanya 1 adalah:

3. Menstruasi, Kehamilan, Kelahiran, Pemberian ASI, dan Pengaturan Kelahiran§

Menstruasi§

Siklus Menstruasi§

Siklus mens

Siklus Menstruasi

  1. Fase menstruasi:
    • Fase menstruasi ini terjadi jika ovum tidak dibuahi sperma, sehingga korpus luteum menghentikan produksi hormone esterogen dan progesteron.
    • Turunnya kadar esterogen dan progesteron menyebabkan lepasnya ovum dan disertai robek dan luruhnya endometrium, sehingga terjadi pendarahan.
    • Fase menstruasi ini berlangsung kurang lebih 5 hari.
    • Darah yang keluar selama menstruasi berkisar antara 50-150 mili liter.
  2. Fase pra-ovulasi
    • Disebut juga dengan fase poliferasi.
    • Hormon pembebas gonadotropin yang dikeluarkan hipotalamus akan memacu kelenjar hipofisis untuk mengeluarkan FSH.
    • FSH memacu pematangan folikel dan merangsang folikel untuk mengeluarkan hormon esterogen.
    • Adanya esterogen menyebabkan pembentukan kembaii (poliferasi) dinding endometrium.
    • Peningkatan kadar esterogen juga menyebabkan serviks untuk mengeluarkan lendir yang bersifat basa.
    • Lendir ini benfungsi untuk menetralkan suasana asam pada vagina sehingga mendukung kehidupan sperma.
  3. Fase ovulasi
    • Jika siklus menstruasi seorang perempuan 28 hari, maka ovulasi terjadi pada hari ke 14.
    • Peningkatan kadar esterogen menghambat pengeluaran FSH, kemudian kelenjar hipofisis mengeluarkan LH.
    • Peningkatan kadar LH merangsang pelepasan oosit sekunder dan folikel, peristiwa ini disebut ovulasi.
  4. Fase pasca-ovulasi
    • Fase ini berlangsung selama 14 hari sebelum menstruasi berikutnya.
    • Walaupun panjang sikius menstruasi berbeda beda, fase pasca-ovulasi ini selalu sama yaitu 14 hari

Sebelum menstruasi berikutnya, Folikel de Graaf (folikel matang) yang telah melepaskan oosit sekunder akan berkerut dan menjadi korpus luteum. Korpus luteum mengeluarkan hormon progesteron dan masih mengeluarkan hormon esterogen namun tidak sebanyak ketika berbentuk folikel. Progesteron mendukung kerja esterogen untuk mempertebal dan menumbuhkan pembuluh-pembuluh darah pada endometrium serta mempersiapkan endometrium untuk menerima pelekatan embrio jika terjadi pembuahan atau kehamilan. Jika tidak terjadi pembuahan, korpus luteum akan berubah menjadi korpus albikan yang hanya sedikit mengeluarkan hormon, sehingga kadar progesteron dan esterogen menjadi rendah. Keadaan ini menyebabkan terjadinya menstruasi demikian seterusnya

Tahapan Terjadinya Menstruasi§
  1. Fase Poliferasi
    • Pertumbuhan lapisan endometrium
    • Dipengaruhi hormon esterogen
    • Seiring dengan pematangan folikel akibat pengaruh FSH
  2. Fase Ovulasi
    • Pelepasan ovum akibat pecahnya folikel matang di ovarium
    • Folikel yang pecah menjadi korpus luteum dan menghasilkan hormon progesteron
  3. Fase Sekresi
    • Pematangan lapisan endometrium
    • Pematangan kelenjar-kelenjar endometrium
    • Dipengaruhi esterogen dan progesteron
    • Endometrium dipersiapkan untuk menerima implantasi jika terjadi fertilisasi
  4. Fase Haid
    • Esterogen dan progesteron menurun
    • Tidak terdapat fertilisasi
    • Lapisan endometrium meluruh; rusak; runtuh; rontok; perdarahan

Kehamilan§

Kelahiran§

Hormon yang membantu kelahiran:

  1. Relaksin: Melemaskan ligamen di panggul dan melembutkan serta melebarkan leher rahim.
  2. Esterogen: Meningkatkan ekspresi reseptor oksitosin
  3. Prostaglandin: Merangsang kontraksi otot rahim
  4. Oksitosin: Merangsang kontraksi rahim dan menyebabkan sel alveoli kelenjar ASI berkontraksi sehingga ASI akan keluar.

Pemberian ASI§

Pengayaan§

Perkembangan zigot sampai menjadi embrio

  1. Zigot
  2. Morula (8 sel)
  3. Blastula (16 sel)
  4. Gastrula (>32 sel)
  5. Embrio

4. Kelainan, Gangguan, dan Penyakit pada Sistem Reproduksi§

  1. Gonorhea, penyakit infeksi akut pada selaput lendir uretra & serviks akibat infeksi Neissheria gonorhoea. Gejala penyakit ini adalah saat buang air kecil akan keluar nanah berwarna kuning hijau dari uretra, muncul rasa panas, dan sering BAK. Jika peradangan ini terjadi pada tuba fallopi akan menyebabkan infertil (kemandulan). Bakteri gonore dapat menyebar ke seluruh tubuh, menyebabkan rasa nyeri pada persendian dan dapap mengakibatkan kemandulan.
  2. Sifilis, penyakit menular seksual yang disebabkan infeksi bakteri Treponema pallidum yang menyerang organ internal pria. Memiliki gejala luka pada alat kelamin, rektum, lidah, dan bibir; pembengkakan getah bening pada bagian paha; bercak diseluruh tubuh; dan tulang dan sendi terasa nyeri ruam pada tubuh terutama pada bagian tangan dan telapak kaki.
  3. Herpes Genital, penyakit menular yang disebabkan oleh virus Herpes simplex dan menyebabkan rasa gatal di sekitar alat kelamin
  4. Kandida, penyakit akibat infeksi jamur Kandida albicans. Apabila menginfeksi vagina akan gatal terutama pada malam hari.
  5. Prostatitis, adalah peradangan prostat yang sering disertai dengan peradangan pada uretra. Gejalanya berupa pembengkakan yang dapat menghambat uretra sehingga timbul rasa nyeri bila BAK. Penyebabnya berupa bakteri, seperti Esherichia coli maupun bukan bakteri.
  6. Condyloma/kutil kelamin, adalah gangguan yang ditandai dengan benjolan seperti bunga kol atau jengger ayam. Penyakit ini dapat menular melalui hubungan seksual yang disebabkan oleh HPV (Human Papilloma Virus)
  7. Endometriosis, munculnya jaringan endometrium di luar rahim, sebagai akibat aliran balik darah menstruasi melalui tuba fallopi. Gejalanya ialah nyeri pada saat mens, dan kemandulan.
  8. Keputihan (Fluor Albus), penyakit yang dialami perempuan ini disebabkan oleh berbagai parasit, antara lain jamur Candida albicans, protozoa jenis Trichomonas vaginalis, bakteri, dan virus.
  9. Hipogonadisme, adalah penurunan fungsi testis yang disebabkan oleh gangguan interaksi hormon, seperti hormon androgen dan testosteron. Gangguan ini menyebabkan infertilitas, impotensi, dan tidak adanya tanda-tanda kepriaan. Penanganan dapat dilakukan dengan terapi hormon.
  10. Kista Ovarium, merupakan suatu pengumpulan cairan yang terjadi pada ovarium. Cairan yang terkumpul ini dibungkus oleh semacam selaput yang terbentuk dari lapisan terluar dari ovarium.
  11. Kanker Prostat, gejalanya adalah sering BAK, sulit BAK, urin berdarah, nyeri pinggul/punggung.
  12. AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome), disebabkan oleh HIV (Human Immunodeficiency Virus) sehingga penderita menjadi rentan terhadap berbagai penyakit.
  13. Impotensi, ketidakmampuan penis untuk ereksi
  14. Kanker serviks

B. Sistem Reproduksi Tumbuhan§

(Mohon do'a untuk kelanjutannya)

C. Sistem Reproduksi Hewan§

(Mohon do'a untuk kelanjutannya)

II - Genetika dan Hereditas§

A. Kromosom, DNA, Gen§

B. Hukum Mendel dan Istilah§

Hukum Mendel

Istilah

Istilah Definisi
Genotipe Sifat tak tampak
Fenotipe Sifat tampak
Homozigot Pasangan alel sejenis
Heterozigot Pasangan alel berbeda jenis
Monohibrid Persilangan 2 individu 1 sifat beda
Dihibrid Persilangan 2 individu 2 sifat beda
Hibrida Persilangan 2 indiviu yang berbeda sifatnya
Intermediet Sifat antara

C. Persilangan Monohibrid§

Contoh soal: *Mawar merah (MM) disilangkan dengan bunga putih (mm). Jika keturunan pertamanya 100% berwarna merah dan disilangkan sejenis, tentukan:

a. Rasio Genotipe F2 b. Rasio Fenotipe F2 c. Persentase rasio genotipe F2 d. Persentase rasio fenotipe F2 e. Jumlah keturunan kedua berwarna putih jika persilangan menghasilkan 200 anakan f. Jumlah keturunan kedua dengan genotipe Mm jika persilangan menghasilkan 150 anak*

Penyelesaian

P (fenotipe) : Merah x Putih
(genotipe) : MM x mm
Gamet : M dan m
F1 (genotipe): Mm -> 100%
(fenotipe): Merah
P2 : F1 x F1
P2 (fenotipe): Merah x Merah
P2 (genotipe): Mm x Mm
Gamet : M dan m; M dan m

L/P M m
M MM Mm
m Mm mm
  1. Rasio genotipe F2 = 1:2:1
  2. Rasio fenotipe F2 = 3:1
  3. Persentase perbandingan genotipe F2 = 25% : 50% : 25%
  4. Persentase perbandingan fenotipe F1 = 75% : 25%
  5. $$ \frac{1}{4} \times 200 = 50 $$

Contoh Soal 2:

D. Persilangan Dihibrid§

L/P BK Bk bK bk
BK BBKK BBKk BbKK BbKk
Bk BBKk BBkk BbKk Bbkk
bK BbKK BbKk bbKK bbKk
bk BbKk Bbkk bbKk bbkk

III - Bioteknologi§

A. Konvensional§

B. Modern§

IV - Fluida§

A. Fluida Statis§

1. Tekanan§

$$ P = \frac {F}{A} $$
P = Tekanan (Pa)
F = Gaya (Newton/N)
A = Luas Permukaan ($ m^{2} $)

2. Hukum Pascal§

Tekanan yang diberikan pada zat cair dalam ruang tertutup, diteruskan ke segala arah dengan sama besar.
$$ \frac {F_1}{A_1} = \frac {F_2}{A_2} $$
$ F_1 $= Gaya pada Penampang 1 (Newton/N)
$ A_1 $ = Luas Permukaan Penampang 1 ($ m^{2} $)
$ F_2 $ = Gaya pada Penampang 2 (Newton/N)
$ A_2 $ = Luas Penampang 2 ($ m^{2} $)

3. Tekanan Hidrostatis§

$$ P_h = \rho \times g \times h $$ $ P_h $ = Tekanan Hidrostatis (Pa)
$ \rho $ = Massa jenis ($ \frac {kg}{m^{3}} $)
h = kedalaman yang ditinjau dari permukaan (m)

4. Bejana Berhubungan§

Bila bejana berhubungan diisi zat cair yang sama, dalam keadaan setimbang zat cair dalam bejana-bejana itu terletak pada satu bidang datar.

5. Hukum Archimedes§

Sebuah benda yang dicelupkan seluruhnya atau sebagian dalam zat cair, akan mengalami gaya ke atas yang besarnya sama dengan berat zat cair yang dipindahkan oleh benda tersebut.
$$ F_A = \rho \times g \times V_c $$
$ F_A $ = Gaya Apung/Archimedes (N)
$ \rho $ = Massa jenis ($ \frac {kg}{m^{3}} $)
$ V_c $= Volume benda yang tercelup ($ m^{3} $)
Gaya Apung dapat dicari juga dengan $$ F_A = W_u - W_a $$
$ W_u $ = Berat benda di udara (N)
$ W_a $ = Berat benda di air (N)

B. Fluida Dinamis§

1. Debit§

$$ Q = \frac {V}{t} = A \times v $$
Q = Debit ($ \frac {m^{3}}{s} $)
V = Volume ($ m^{3} $)
t = Waktu (s)
A = Luas penampang ($ m^{2} $)
v = Kecepatan ($ \frac {m}{s} $)

2. Asas Kontinuitas§

$$ Q_1 = Q_2 $$ $ Q_1 $ = Debit pada pipa 1 ($ \frac {m^{3}}{s} $)
$ Q_2 $ = Debit pada pipa 2 ($ \frac {m^{3}}{s} $)

V - Listrik§

A. Listrik Statis§

B. Listrik Dinamis§

VI. Kemagnetan dan Induksi Elektromagnetik§