IBruhse Biologi: Bab 1 dan Bab 2 13 11/28/2025
Biologi: Bab 1 dan Bab 2
IBruhse @IBruhse November 28, 2025 13 0

1. Pembagian Fauna di Indonesia Beserta Pulau Asalnya

Penyebaran fauna di Indonesia dipengaruhi oleh aspek geografi dan peristiwa geologi karena Indonesia terletak di antara dua benua (Asia dan Australia). Sebaran fauna dibagi menjadi tiga zona zoogeografis yang dipisahkan oleh garis imajiner: Garis Wallace dan Garis Lydekker.

Kawasan Tipe Fauna Batas Geografis Ciri Khas Contoh Fauna
Kawasan Barat Oriental/Asiatis Dibatasi oleh Garis Wallace (antara Kalimantan/Bali dan Sulawesi/Lombok). Fauna memiliki kemiripan dengan fauna benua Asia. Gajah (Elephas maximus), Harimau (Panthera tigris), Badak (Rhinoceros sondaicus), Orang utan (Pongo pygmaeus), Macan tutul (Panthera pardus), Jalak Bali (Leucopsar rothschildi).
Kawasan Peralihan Wallace Terletak antara Garis Wallace dan Garis Lydekker. Fauna endemik, campuran unsur Oriental dan Australis. Anoa (Bubalus depressicornis), Komodo (Varanus komodoensis), Babi rusa (Babyrousa babyrussa), Maleo (Macrocephalon maleo), Kuskus beruang (Ailurops ursinus), Duyung (Dugong dugon).
Kawasan Timur Australis Dibatasi oleh Garis Lydekker. Fauna memiliki kemiripan dengan fauna benua Australia. Kanguru pohon (Dendrolagus ursinus), Walabi kecil (Dorcopsis vanheurni), Burung Kasuari, Cenderawasih, Kakatua raja, Buaya irian (Crocodylus novaeguineae).

2. Keanekaragaman Hayati Tingkat Gen (dan Persamaan yang Setara)

Keanekaragaman Gen adalah variasi atau perbedaan yang terjadi dalam satu jenis atau satu spesies makhluk hidup. Variasi ini dikendalikan oleh gen-gen pada kromosom.

3. Organisme Ekosistem Akuatik (Karakteristik dan Contoh)

Ekosistem perairan (akuatik) adalah ekosistem yang komponen abiotiknya sebagian besar terdiri dari air. Makhluk hidup di ekosistem perairan dibagi berdasarkan cara hidupnya:

  1. Plankton: Organisme yang bergerak pasif, terbawa arus air. Terdiri dari Fitoplankton (ganggang uniseluler) dan Zooplankton (Protozoa).
  2. Nekton: Organisme yang bergerak aktif (berenang). Contoh: Ikan dan katak.
  3. Neuston: Organisme yang mengapung di permukaan air. Contoh: Serangga air, teratai, eceng gondok.
  4. Bentos: Organisme yang berada di dasar perairan. Contoh: Udang, kepiting, cacing.
  5. Perifiton: Organisme yang melekat pada organisme lain. Contoh: Ganggang dan siput.

4. Kunci Determinasi

Kunci Determinasi adalah petunjuk praktis yang digunakan untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan organisme ke dalam tingkatan takson tertentu. Kunci ini diciptakan oleh Carolus Linnaeus dan disusun dalam bentuk Kunci Dikotom, yaitu kunci yang berisi keterangan berpasangan dengan ciri yang berlawanan (dikotom = bercabang dua).

Langkah Penggunaan Kunci Determinasi:

  1. Amati ciri-ciri organisme yang akan diidentifikasi.
  2. Cocokkan ciri-ciri dengan pernyataan yang tersedia, biasanya dimulai dari nomor 1.
  3. Pilih pernyataan yang sesuai, yang kemudian akan mengarahkan Anda ke nomor kunci berikutnya.
  4. Lanjutkan proses hingga nama kelompok atau takson organisme ditemukan.

5. & 7. Taksonomi Beberapa Spesies dan Kategori Takson yang Sama

Dalam klasifikasi, tingkatan takson disusun dari yang tertinggi (Kingdom) hingga terendah (Spesies).

6. Tata Penulisan Nama Ilmiah

Tata nama ilmiah (disebut Binomial Nomenklatur) digagas oleh Carolus Linnaeus dan tujuannya adalah memberikan nama yang diakui universal.

Kaidah Penulisan yang Wajib Diikuti:

  1. Menggunakan bahasa Latin atau yang dilatinkan.
  2. Terdiri dari dua kata:
    • Kata pertama adalah nama Genus (marga) dan harus diawali dengan huruf kapital.
    • Kata kedua adalah penunjuk spesies dan harus ditulis dengan semua huruf kecil.
  3. Nama Genus dan spesies harus ditulis miring (italic) atau digarisbawahi secara terpisah.
  4. Nama deskriptor (penemu) dapat ditambahkan di belakang nama spesies, tetapi tidak dicetak miring (contoh: Zea mays L.).

8. Bagaimana Taman Nasional Dapat Membantu Pelestarian Makhluk Hidup?

Taman Nasional adalah salah satu bentuk Konservasi In Situ.

9. Tumbuhan yang Dipakai untuk Sandang (Beserta Nama Ilmiah)

Keanekaragaman hayati berfungsi sebagai sumber sandang (pakaian). Tumbuhan yang digunakan sebagai sumber sandang meliputi:

Nama Lokal Nama Ilmiah
Rami Boehmeria nivea
Kapas Gossypium arboreum
Sisal Agave sisalana
Jute Corchorus capsularis

Selain tumbuhan, sumber sandang juga berasal dari hewan seperti ulat sutera, kulit sapi/kambing, dan bulu domba (jaket wol).

10. Tindakan Melestarikan Terumbu Karang

Terumbu karang merupakan salah satu ekosistem perairan (laut) yang ada di Indonesia. Terumbu karang sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, seperti suhu, salinitas, dan kekeruhan air laut.

Meskipun sumber tidak menyebutkan daftar tindakan spesifik, upaya pelestarian terumbu karang harus fokus pada:

  1. Perlindungan Habitat Asli (In Situ): Melindungi kawasan terumbu karang dalam kategori konservasi In Situ (seperti Taman Nasional atau Kawasan Konservasi Laut) untuk menjamin kelestarian fungsi ekosistem.
  2. Mengontrol Lingkungan Abiotik: Menghindari aktivitas manusia yang menyebabkan perubahan suhu, salinitas, dan kekeruhan air laut yang ekstrem.
  3. Mencegah Pencemaran: Mengurangi polutan dari aktivitas manusia, karena pencemaran tanah, udara, dan air adalah salah satu ancaman hilangnya keanekaragaman hayati.

Analogi: Memahami keanekaragaman hayati dan perlindungannya adalah seperti menjadi manajer kebun binatang dan sekaligus manajer cagar alam. Klasifikasi dan tata nama (taksonomi) adalah seperti sistem katalog yang memastikan kita tahu persis siapa tiap penghuni. Sementara, Taman Nasional adalah habitat asli yang dilindungi (konservasi in situ) yang memastikan bahwa penghuni tersebut dapat hidup damai di rumah mereka tanpa harus dipindahkan ke tempat buatan (ex situ).

11. Hafalkan Virus DNA dan RNA Apa Saja

Virus diklasifikasikan berdasarkan jenis asam nukleat yang dimilikinya, yaitu DNA saja atau RNA saja.

A. Kelompok Virus DNA:

Virus-virus ini memiliki materi genetik berupa DNA (untai tunggal atau ganda). Contoh-contoh famili virus DNA meliputi:

  1. Poxviridae: Genus Orthopoxvirus, termasuk spesies Variola virus (penyebab cacar).
  2. Herpesviridae: Contohnya Herpes simplex virus.
  3. Adenoviridae.
  4. Papovaviridae.
  5. Hepadnaviridae (Contoh: Hepatitis B).
  6. Parvoviridae.

B. Kelompok Virus RNA:

Virus-virus ini memiliki materi genetik berupa RNA (untai tunggal atau ganda, positif atau negatif). Contoh-contoh famili virus RNA meliputi:

  1. Retroviridae: Virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) termasuk famili ini.
  2. Coronaviridae: Genus Betacoronavirus, termasuk SARS-CoV-2 (penyebab COVID-19).
  3. Paramyxoviridae: Termasuk virus Gondongan dan Campak (Morbillivirus).
  4. Rhabdoviridae: Contohnya virus Rabies.
  5. Picornaviridae: Termasuk Poliovirus (penyebab Polio) dan Aphthovirus (penyebab Penyakit Mulut dan Kuku/PMK).
  6. Flaviviridae: Contohnya virus Dengue (penyebab Demam Berdarah).
  7. Orthomyxoviridae: Contohnya virus Influenza.

12. Pelajari tentang HIV (RNA/DNA, Target Sel, Respon Antibodi, Grafik)

13. Grafik Dosis Vaksin

Meskipun sumber tidak menyediakan grafik dosis vaksin yang spesifik, konsep penting yang perlu dipahami terkait dosis dan jenis vaksin adalah:

14. Hafalkan Tahapan Gambar Reproduksi Virus

Reproduksi virus, terutama yang mengikuti Siklus Litik (yang sering digambarkan pada Bakteriofag), terdiri dari lima tahap berurutan:

  1. Tahap Adsorpsi: Virion (partikel virus lengkap) menempel pada reseptor spesifik sel inang.
  2. Tahap Penetrasi: Materi genetik (DNA/RNA) virus diinjeksikan ke dalam sel inang.
  3. Tahap Sintesis (Eklifase): DNA virus mengambil alih kontrol sel, menghidrolisis DNA sel inang, dan mensintesis asam nukleat serta protein komponen virus.
  4. Tahap Pematangan (Perakitan): Komponen-komponen virus yang telah disintesis dirakit menjadi partikel virus (virion) yang lengkap.
  5. Tahap Lisis: Virus menghasilkan enzim lisozim yang menyebabkan dinding sel inang rusak (pecah), melepaskan virion-virion baru.

15. Karakteristik Litik dan Lisogenik (Beda dan Persamaan)

Reproduksi virus terjadi melalui siklus litik atau siklus lisogenik, bergantung pada kondisi pertahanan sel inang:

Aspek Siklus Litik (Virulen) Siklus Lisogenik (A-virulen)
Pertahanan Inang Lemah. Kuat.
Integrasi DNA Tidak ada penggabungan; DNA inang dihancurkan. DNA virus (disebut profag) bergabung dengan kromosom sel inang.
Nasib Sel Inang Sel inang pecah dan mati (lisis). Sel inang tetap hidup dan profag ikut membelah bersama sel inang.
Pembentukan Virion Segera terbentuk virion baru. Virion baru tidak terbentuk, kecuali dipicu untuk masuk ke siklus litik.

Persamaan Utama: Kedua siklus ini diawali dengan tahapan yang sama, yaitu adsorpsi dan penetrasi materi genetik virus ke dalam sel inang.

17. Analisis Penyebaran Virus

Penyebaran virus dapat terjadi secara langsung maupun tidak langsung.

18. Informasi Terkait Gejala Penyakit Campak Menggunakan Grafik

Penyakit Campak (Morbillivirus) memiliki masa inkubasi 7–11 hari. Gejala utama meliputi demam, batuk, pilek, mata merah (konjungtivitis), dan ruam bercak cokelat di kulit.

Berdasarkan grafik gejala Campak yang disajikan dalam sumber:

19. Penemu Virus, Poliomielitis, Gondok/Gondongan, dan Parasit Intraseluler Obligat

20. Jodohkan Nama Virus dari Penyakit

Penyakit Virus Penyebab / Entitas Biologis
Cacar Variola virus (Famili Poxviridae).
Campak Morbillivirus (termasuk Paramyxovirus).
Sapi Gila (Bovine Spongiform Encephalopathy / BSE) Prion (Protein salah lipat, bukan virus sejati).
Rabies Rhabdovirus.
Tumor pada Ayam Dapat disebabkan oleh virus (misalnya virus yang menyebabkan tumor/kutil, seperti Rous Sarcoma Virus (RSV) pada hewan).
Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Aphthovirus (Famili Picornaviridae).