Zafran P. W. Teori Paradigma Sosiologi 0 8/20/2025
Teori Paradigma Sosiologi
Zafran P. W. @zafranm2m August 20, 2025 0 0

[!NOTE] Teori Paradigma Sosiologi

  • Nama: Zafran Prayata Wiza
  • Kelas: X.8

Teori fungsionalisme struktural melihat masyarakat sebagai suatu sistem yang terdiri dari berbagai bagian yang saling berkaitan (Émile Durkheim).

Teori konflik menyatakan bahwa masyarakat berada dalam tingkatan berbeda saat konflik terjadi, berkaitan dengan adanya kelompok yang berkuasa dan dikuasai. Konflik kelas timbul karena adanya pertentangan kepentingan ekonomi (Karl Marx).

Pada teori sistem, masyarakat dipahami sebagai sistem terbuka yang memiliki subsistem yang saling berhubungan (Talcott Parsons).

Teori tindakan sosial menyatakan sosiologi harus memahami tindakan individu yang memiliki makna subjektif dan diarahkan kepada orang lain (Max Weber).

Teori interaksionalisme simbolik menyatakan kehidupan sosial terbentuk dari interaksi sehari-hari yang penuh dengan makna simbolis (bahasa, gestur, simbol). Identitas individu dibentuk melalui interaksi sosial (George Herbert Mead, Herbert Blumer, Erving Goffman).

Teori fenomenologi menekankan pengalaman subjektif individu. Sosiologi perlu memahami bagaimana individu memberikan makna pada realitas sosialnya (Edmund Husserl, Alfred Schutz).

Teori eksistensialisme fokus pada kebebasan, tanggung jawab, dan pilihan individu dalam menghadapi kehidupan. Menekankan eksistensi manusia yang unik (Jean-Paul Sartre, Søren Kierkegaard, Martin Heidegger).

Teori pertukaran menyatakan bahwa interaksi sosial dipahami sebagai proses pertukaran imbalan dan biaya. Individu bertindak untuk memaksimalkan keuntungan dan meminimalkan kerugian (George C. Homans, Peter Blau).