Zafran P. W. Pembahasan Kisi-Kisi: Fisika Semester 1 290 11/29/2025
Pembahasan Kisi-Kisi: Fisika Semester 1
Zafran P. W. @zafranm2m November 29, 2025 290 0

[!important] Catatan Penting Saya akan menulis: $\newcommand{\m}[1]{\mathsfup{#1}}\newcommand{\v}[1]{\mathbf{#1}}$

  • variabel dengan serif miring, seperti $v$, $F$, $A$.
  • satuan dengan serif tegak, seperti $\pu{m}$, $\pu{kg}$, $\pu{N}$.
  • dimensi dengan sans-serif tegak, seperti $\m L$, $\m M$, $\m \Theta$.
  • dimensi dari suatu besaran $B$ dengan $[B]$. Sebagai contoh, misalkan $F$ adalah gaya, maka $[F] = \pu{\m L \m M \m T-2}$.
  • satuan SI dari suatu besaran $B$ dengan $\{B\}$. Sebagai contoh, misalkan $v$ adalah kecepatan, maka $\{v\} = \pu{m/s}$.
  • vektor dengan serif tebal tegak, seperti $\v v$, $\v r$.
  • pemisah ribuan dengan spasi, seperti $\pu{20034582}$.
  • pemisah desimal dengan titik, seperti $\pu{4.5}$.

1—Besaran, Satuan, dan Pengukuran§

1.1—Besaran, Satuan, dan Dimensi

Besaran-besaran pokok meliputi 7 besaran berikut.

Nama Dimensi Satuan SI Simbol Satuan SI
Panjang $\m L$ meter $\pu{m}$
Massa $\m M$ kilogram $\pu{kg}$
Waktu $\m T$ detik $\pu{s}$
Kuat Arus $\m I$ ampere $\pu{A}$
Suhu $\m \Theta$ kelvin $\pu{K}$
Jumlah zat $\m N$ mol $\pu{mol}$
Intensitas cahaya $\m J$ kandela $\pu{cd}$

Besaran turunan meliputi segala kombinasi perkalian (atau pembagian) dari besaran pokok.

Misalnya kecepatan, bersatuan $\pu{m/s}$ atau dapat ditulis seperti $\pu{m s-1}$, yaitu kombinasi antara $\m L$ dan $\m T$; yaitu $\pu{\m L \m T-1}$.

Besaran selain 7 besaran pokok di atas merupakan besaran turunan.

Berikut beberapa besaran turunan umum.

Nama Dimensi Satuan SI Keterangan
Luas $\pu{\m L2}$ $\pu{m2}$
Volume $\pu{\m L3}$ $\pu{m3}$
Massa jenis $\pu{\m L-3 \m M}$ $\pu{kg/m3}$
Kecepatan $\pu{\m L \m T-1}$ $\pu{m/s}$
Percepatan $\pu{\m L \m T-2}$ $\pu{m/s2}$
Gaya $\pu{\m L \m M \m T-2}$ $\pu N$ (newton) $\pu{kg . m/s2}$
Usaha $\pu{\m L2 \m M \m T-2}$ $\pu{J}$ (joule) $\pu{kg.m2/s2}$
Daya $\pu{\m L2 \m M \m T-3}$ $\pu{W}$ (watt) $\pu{kg.m2/s3}$
Momentum $\pu{\m L \m M \m T-1}$ $\pu{kg.m/s}$

Satuan-satuan tersebut dapat ditambahkan awalan (prefiks) untuk mengubah “ukuran”-nya, dengan kelipatan $10$.

Ada 6 prefiks utama: kilo, hekto, deka, desi, senti, dan mili.

Nama Simbol Faktor
kilo $\pu{k}$ $10^3$
hekto $\pu{ha}$ $10^2$
deka $\pu{da}$ $10$
$1$
desi $\pu{d}$ $10^{-1}$
senti $\pu{c}$ $10^{-2}$
mili $\pu{m}$ $10^{-3}$

Ada lagi prefiks untuk yang lebih besar dan kecil, namun jarang digunakan (kecuali tera, giga, mega, dan mikro). Berikutlah jika penasaran. Tidak terlalu penting untuk dihafal.

Nama Simbol Faktor
yotta $\pu{Y}$ $10^{24}$
zetta $\pu{Z}$ $10^{21}$
eksa $\pu{E}$ $10^{18}$
peta $\pu{P}$ $10^{15}$
tera $\pu{T}$ $10^{12}$
giga $\pu{G}$ $10^9$
mega $\pu{M}$ $10^6$
mikro $\pu{µ}$ $10^{-6}$
nano $\pu{n}$ $10^{-9}$
piko $\pu{p}$ $10^{-12}$
femto $\pu{f}$ $10^{-15}$
atto $\pu{a}$ $10^{-18}$
zepto $\pu{z}$ $10^{-21}$
yocto $\pu{y}$ $10^{-24}$

Untuk menggunakan prefiks tersebut, letakkan prefiks sebelum satuan yang ingin dipakai. Sebagai contoh, kilo dan watt, maka menjadi kilowatt. Dan untuk simbolnya, gabungkan tanpa spasi, sebagai contoh $\pu{kW}$.

Ambil contoh tadi, kilowatt: $\pu{kW}$. Karena satu “kilo-” itu $10^3$, maka satu kilowatt itu $\pu{10^3 W}$ atau $\pu{1000 W}$.

Contoh lain, sentimeter: $\pu{cm}$. Karena satu “senti-” itu $10^{-2}$, maka satu sentimeter itu $\pu{10^{-2} m}$ atau $\pu{\frac{1}{100} m}$.

Jadi semua istilah gigabyte, megabyte, terabyte itu datangnya dari prefiks SI.

1.2—Pengukuran

Pada suatu pengukuran, akan pasti terjadi ketidakpastian. Tidak ada pengukuran yang akurat. Seakurat apapun pengukurnya, pasti akan ada ketidakpastian, dalam skala $10^{-100}$ sekalipun.

Maka dari itu, kesalahan pengukuran tersebut ada penulisan tertentu.

Secara umum, kesalahan pengukuran ditulis sebagai

$$ x \pm \Delta x $$

di mana

1.2.1—Pengukuran Tunggal

Pada pengukuran tunggal, ketidakpastian adalah setengah dari skala terkecil:

$$ \Delta x = \frac 1 2 \times (\text{nst}) $$

di mana $\text{nst}$ adalah nilai skala terkecil.

1.2.1.1—Penggaris

Lihat penggaris kalian, umumnya skala terkecilnya adalah $\pu{1 mm}$.

Anggaplah kita sedang mengukur lebar ponsel. Kita mendapati lebar ponsel di angka $\pu{7.9 cm}$ atau $\pu{79 mm}$. Nah, dengan prinsip tadi, hasil pengukuran adalah

$$\pu{(79 \pm 0.5) mm} $$

di mana $\pu{0.5}$ di dapat dari setengah skala terkecil penggaris.

1.2.1.2—Jangka Sorong

[otw]

1.2.2—Pengukuran Berulang

Untuk lebih akurat lagi, kita dapat mengukur berkali-kali, dan merata-ratakan setiap hasil pengukuran.

Misalkan kita sudah melakukan $n$ pengukuran, dan hasil pengukuran ke-$i$ adalah $x_i$.

Misalkan $\bar x$ adalah rata-rata pengukuran:

$$ \bar x = \frac{x_1 + x_2 + \cdots + x_n}{n}. $$

Misalkan $s$ adalah simpangan baku, yaitu rata-rata seberapa jauh pengukuran dari pengukuran rata-rata:

$$ s = \sqrt{\frac 1 {n-1} \sum_{i=1}^n (x_i - \bar x)^2} $$

atau lebih mudah

$$ s = \sqrt{\frac{n\sum_i x_i^2 - (\sum_i x_i)^2}{n(n-1)}}. $$

Maka hasil pengukuran akan ditulis sebagai

$$ \boxed{\bar x \pm s}. $$

Misalkan kita mengukur lebar buku 10 kali menggunakan jangka sorong. Dan berikut hasilnya.

Lebar $(\pu{cm})$
15.23
15.27
15.20
15.30
15.18
15.25
15.22
15.26
15.19
15.24

Didapat

Masukkan ke rumus simpangan baku.

$$ \begin{align*} s &= \sqrt{\frac{n\sum_i x_i^2 - (\sum_i x_i)^2}{n(n-1)}} \\ &= \sqrt{\frac{10 (\pu{2320.7604 cm2}) - (\pu{152.340 cm})^2}{10 \cdot 9}} \\ s &= \pu{0.03777124 cm}. \end{align*} $$

Sekarang, kita perlu membulatkan $s$, karena $s$ hanyalah perkiraan, agak menipu kesannya jika kita memberi 7 angka penting.

Biasanya, simpangan baku dibulatkan menjadi 1 hingga 2 angka penting. Maka pada kasus ini, $s = \pu{0.038 cm}$.

Dan jumlah desimal $\bar x$ juga mengikuti $s$. Pada kasus ini, $\bar x$ sudah memiliki 3 angka desimal.

Maka hasil pengukuran adalah

$$ \boxed{\pu{(15.234 \pm 0.038) cm}}. $$

2—Energi Alternatif§

no hitung-hitung 😞.

3—Vektor§

3.1—Operasi Vektor

3.1.1—Penjumlahan

Diberikan vektor $\newcommand{\v}[1]{\mathbf{#1}}\v v_1 = \begin{bmatrix} x \\ y \end{bmatrix}$ dan $\v v_2 = \begin{bmatrix} a \\ b \end{bmatrix}$, maka $\v v_1 + \v v_2 = \begin{bmatrix} x + a \\ y + b \end{bmatrix}$.

4—Energi§