Zafran IPS Kelas 9 44 1 3/9/2025
IPS Kelas 9
Zafran @zafran17 March 9, 2025 44 1
Klik untuk melihat materi semester sebelumnya

I—Perubahan Sosial yang Terjadi pada Masa Kontemporer§

1. Perubahan Sosial

A. Pengertian Perubahan Sosial

Perubahan sosial adalah perubahan yang memengaruhi segala segi dalam struktur masyarakat.

B. Aspek-Aspek Perubahan Sosial

  • Alat dan peralatan hidup
  • Pekerjaan
  • Sistem sosial
  • Bahasa
  • Seni
  • Pengetahuan

C. Perubahan Sosial Menurut para Ahli

1. Maximilian Karl Emil Weber

Perubahan sosial merupakan suatu perubahan situasi dalam kehidupan masyarakat yang ditimbulkan oleh adanya ketidaksesuaian unsur-unsur sosial.

2. Selo Soemardjan

Perubahan sosial merupakan seluruh perubahan pada lembaga masyarakat yang memengaruhi sistem sosial.

3. Kingsley Davis

Perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat

4. John Lewis Gillin & John Phillip Gillin

Perubahan sosial sebagai suatu variasi dari cara-cara hidup yang telah diterima, baik karena perubahan kondisi geografis atau penemuan baru dalam masyarakat.

5. Samuel S. Koenig

Perubahan sosial menunjuk pada modifikasi-modifikasi yang terjadi dalam pola-pola kehidupan manusia.

6. Robert Morrison Maclver

Perubahan sosial sebagai perubahan dalam hubungan sosial.

7. William Fielding Ogburn

Perubahan sosial merupakan perubahan pada aspek-aspek kehidupan sosial, seperti kemajuan IPTEK yang sangat berpengaruh terhadap pola pikir masyarakat.

D. Faktor Penyebab Perubahan Sosial

  1. Perubahan populasi
  2. Penemuan bari
  3. Konflik
  4. Pengaruh budaya luar
  5. Pemberontakan/revolusi
  6. Perubahan lingkungan alam
  7. Peperangan

E. Faktor Penghambat Perubahan Sosial

  1. Masyarakat terasing (terpencil)
  2. Perkembangan ilmu pengetahuan yang terlambat
  3. Sikap masyarakat yang tradisional
  4. Adanya prasangka terhadap hal-hal baru
  5. Adat istiadat
  6. Sikap idealisme yang rendah

F. Bentuk-Bentuk Perubahan Sosial

1. Berdasarkan Waktu

  • Evolusi
  • Revolusi

2. Berdasarkan Pengaruhnya

  • Besar
  • Kecil

3. Berdasarkan Perencanaan

  • Direncanakan
  • Tidak direncanakan

G. Dampak Perubahan Sosial

1. Positif

  • Peningkatan kesetaraan gender
  • Perbaikan kualitas hidup
  • Peningkatan pendapatan & kesejahteraan
  • Perkembangan pendidikan
  • Peningkatan pendapatan dan kesejahteraan ekonomi
  • Inovasi & kemajuan teknologi
  • Perbaikan lingkungan

2. Negatif

  • Konflik sosial
  • Marginalisasi & ketimpangan sosial
  • Perubahan dalam struktur keluarga
  • Kesenjangan generasi
  • Pengaruh buruk perubahan sosial
  • Krisis identitas & nilai
  • Ketidakpastian & kecemasan

2. Modernisasi

A. Pengertian Modernisasi

Modernisasi adalah bentuk perubahan sosial budaya yang direncanakan.

B. Ciri-Ciri Modernisasi

  • Urbanisasi
  • Industrialisasi
  • Pendidikan dan literasi
  • Perubahan nilai dan norma
  • Teknologi dan inovasi
  • Mekanisasi dan otomatisasi
  • Individualisasi

C. Dampak Modernisasi

  • Disorganisasi sosial
  • Disintegrasi sosial
  • Perubahan struktur sosial
  • Perubahan nilai dan norma

3. Globalisasi

A. Pengertian Globalisasi

Globalisasi adalah proses integrasi dan interkoneksi antar-negara di seluruh dunia yang mencakup aspek ekonomi, teknologi, budaya, dan politik.

B. Bentuk-Bentuk Globalisasi

  • Budaya
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Komunikasi
  • Transportasi

C. Dampak Globalisasi

1. Positif

  • Meningkatnya efektifitas dan efesiensi
  • Meningkatnya perekonomian suatu negara
  • Meningkatnya taraf hidup masyarakat
  • Kemudahan komunikasi
  • Perkembangan dalam dunia pariwisata

2. Negatif

  • Perilaku kebarat-baratan (westernisasi)
  • Kriminalitas
  • Demoralisasi (penurunan moral)
  • Kesenjangan sosial ekonomi
  • Pencemaran lingkungan
  • Kenakalan remaja
  • Individualisme semakin tinggi

D. Upaya Menghadapi Masalah Globalisasi

  • Meningkatkan SDM
  • Menjalankan nilai & norma sosial yang berlaku
  • Memiliki rasa bangga terhadap bangsa Indonesia
  • Meningkatkan kualitas produk dalam negeri
  • Menumbuhkan sikap peduli terhadap lingkungan

II—Perkembangan Ekonomi di Era Digital§

A. Perkembangan Keuangan di Indonesia

1. Serajah Perkembangan Uang

i. Barter

Dahulu, manusia hidup berpindah-pindah—nomaden—dan memenuhi kebutuhannya sendiri. Seiring waktu, apa yang mereka produksi sendiri tidak lah cukup, maka dicarilah orang yang ingin bertukar barang dengannya. Terciptalah sistem barter.

ii. Uang Barang

Tetapi, karena sistem barter memiliki kekurangan, yaitu sedikitnya orang yang mau menukarkan barangnya; digunakanlah barang-barang tertentu sebagai alat tukar. Barang-barang tersebut biasanya merupakan barang yang berharga dan dibutuhkan suatu masyarakat.

Dahulu, bangsa Romawi menggunakan garam sebagai alat tukar.

iii. Uang Kartal

Karena ketidaktahanan barang-barang tersebut (garam, batu, dsb.), digunakanlah logam sebagai alat tukar, karena berharga dan juga tahan lama. Logam yang digunakan adalah emas dan perak.

Tapi, uang logam tidak cocok untuk transaksi dalam jumlah yang banyak. Diciptakanlah uang kertas, sebagai “bukti kepemilikan” uang logam tadi.

iv. Uang Giral (Paper Based)

Selembar kertas sebagai sarana untuk mengambil uang dari pemegang rekening giro.

a. Cek

Perintah kepada bank untuk mencairkan sejumlah uang dari nasabah bank ke pemegang cek.

b. Giro

Perintah kepada bank untuk memindahkan saldo rekening pembayaran kepada penerima.

c. Telegraphic Transfer

Memindahkan sebagian/seluruh saldo rekening di suatu bank ke luar negeri.

v. Nirsentuh (Contactless Card)

Kartu yang menggunakan NFC (near field communication) untuk menyelesaikan pembayaran.

Pertama kali di-launch pada tahun 1995 oleh otoritas transit Korea Selatan.

vi. Pembayaran Seluler (Mobile Payment)

a. Transfer

Layanan bank untuk mengirin sejumlah uang dari satu pihak ke pihak lain, sesuai kehendak pengirim.

b. Uang Elektronik (e-Money)

E-Money adalah bentuk uang yang disimpan dalam bentuk elektronik (obviously) di suatu perangkat. E-Money dikeluarkan oleh lembaga institusi perbankan yang berbentuk kartu dan ber-chip.

c. Rekening Bersama

Metode pembayaran online yang melibatkan pihak ketiga sebagai perantara antara penjual dan pembeli.

Cara Kerja Rekber:

  • Penjual dan pembeli menyetujui transaksi
  • Pembeli mentransfer dana ke rekening bersama
  • Penjual mengirimkan barang
  • Pembeli mengonfirmasi penerimaan barang
  • Rekening bersama mentransfer dana ke penjual
  • Penjual mengonfirmasi dana masuk
d. Paylater

Fasilitas keuangan dengan skema cicilan tanpa menggunakan kartu kredit.

e. Dompet Digital (e-Wallet)

E-Wallet adalah layanan berbasis aplikasi yang berfungsi untuk menyimpan uang secara digital dan melakukan transaksi pembayaran. Contohnya LinkAja, Dana, GoPay, dan ShopeePay.

f. QR Code

Contohnya, QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard). Di-launch pada 17 Agustus 2019.

g. Mata Uang Virtual (Virtual Currency)

Virtual Currency (Cryptocurrency) adalah mata uang digital yang diciptakan dan dikontrol oleh pengembangnya, dan tidak diatur oleh otoritas tertentu.

Contohnya, Bitcoin (BTC), Litecoin (LTC), Ethereum (ETH), dan XRP.

2. Jenis Uang

  1. Uang Tunai, uang logam dan uang kertas.
  2. Uang Nontunai, selain uang logam dan uang kertas, seperti kartu, transfer, uang giral (cek, giro, telegraphic transfer), dll..

3. Fungsi Uang

i. Fungsi Asli

Sebagai alat:

  1. tukar (medium of exchange); dan
  2. satuan hitung (unit account).

ii. Fungsi Turunan

Sebagai alat:

  1. pembayaran;
  2. penimbun kekayaan; dan
  3. pemindah kekayaan.

4. Motif Memiliki Uang

i. Motif Transaksi

Untuk bertransaksi sehari-hari demi kebutuhan.

ii. Motif Berjaga-jaga

Untuk berjaga-jaga jika terjadi kecelakaan (literally and figuratively).

iii. Motif Spekulasi

Untuk memperoleh keuntungan dari perubahan harga surat-surat berharga.

B. Lembaga Keuangan di Indonesia

Lembaga Keuangan adalah lembaga untuk mengumpun dana dari masyarakat sekaligus menginvestasikannya dalam bentuk lain. Seperti pinjaman, dokumen berharga, rekening giro, dll..

1. Lembaga Keuangan Bank

(LKB) adalah lembaga keuangan yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyediakan layanan keuangan kepada masyarakat seperti pinjaman, pembiayaan, investasi, dan pembayaran. LKB juga memfasilitasi transfer dana dan menyediakan jasa perbankan seperti kartu kredit dan rekening giro.

i. Sejarah Perbankan di Indonesia

a. Bank Courant en Bank Leening (Van Courant) 1746–1818
  • Tujuan didirikan: Menunjang kegiatan perdagangan VOC di Nusantara.
  • Pada tahun 1752 Bank Van Courant berganti nama menjadi De Bank Van Courant en Bank Van Leening.
  • Tugas: Memberikan pinjaman kepada pegawai VOC.
  • Ditutup karena krisis keuangan.
b. De Javasche Bank (DJB) 1828–1942
Gulden
Gulden (mata uang DJB)
  • Memiliki hak istimewa sebagai bank sirkulasi di Hindi Belanda.
  • Memiliki hak untuk mencetak dan mengedarkan mata uang gulden.
  • DJB menjadi Bank Indonesia pada tanggal 1 Juli 1953.
c. Nanpu Kaihatsu Ginko 1942–1945
  • DJB dilikuidasi menjadi Nanpo Kaihatsu Ginko
  • Tugas: Menyebarluaskan uang yang dicetak pemerintahan Jepang. Tetapi, gulden masih tetap berlaku di masyarakat.
d. Bank Nasional Indonesia (BNI) 1945
ORI
Oeang Republik Indonesia (ORI)
  • Didirikan untuk menciptakan kedaulatan ekonomi.
  • Sebagai bank sirkulasi dan menerbitkan Oeang Republik Indonesia (ORI).
  • Belanda yang berkeinginan untuk menguasai Indonesia kembali mengaktifkan DJB.
  • Terdapat dualisme bank sirkulasi di Indonesia dan muncul peperangan mata uang.
e. Bank Indonesia (BI) 1953

ii. Jenis-Jenis Bank

a. Bank Sentral
  • Hanya ada satu di setiap negara.
  • Memiliki tujuan untuk menjaga keseimbangan harga atau nilai mata uang yang berlaku.
  • Tiga tugas utama:
    1. Menetapkan dan menjalankan kebijakan moneter;
    2. mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran; dan
    3. mengatur serta mengawasi bank.
b. Bank Umum Konvensional (+Syariah)

melayani lalu lintas pembayaran dan semua layanan perbankan.

Jenis usaha dari bank umum konvensional (syariah):

  1. Mengumpulkan dana yang berasal dari masyarakat dalam bentuk simpanan (giro, deposito berjangka, sertifikat deposito, dan tabungan).
  2. Menyediakan kredit atau pembiayaan.
  3. Transfer uang untuk kepentingan bank atau nasabah.
  4. Memfasilitasi penyimpanan barang dan surat berharga.
  5. Menempatkan dana dari nasabah kepada nasabah lain dalam bentuk surat berharga yang tidak terdaftar di bursa efek.
c. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) (+Syariah) (BPRS)
  • BPR(S) memiliki tugas yang lebih terbatas. BPR(S) tidak menyediakan layanan dalam transaksi pembayaran.
  • BPR(S) berperan untuk membantu usaha mikro dan kecil (UMK) dan masyarakat berpendapatan rendah terutama di daerah pedesaan sebagai penyedia layanan keuangan.

Tugas-tugas BPR(S):

  1. Mengumpulkan dana yang berasal dari masyarakat berbentuk simpanan (deposito berjangka, tabungan, dan/atau bentuk serupa)
  2. Memberikan pinjaman.
  3. Memberikan pembiayaan dan penempatan dana sesuai prinsip syariah yang diatur oleh Bank Indonesia.
  4. Menyediakan layanan berupa SBI (Surat Berharga Bank Indonesia), surat deposito, deposito berjangka, dan/atau tabungan di bank lain.

2. Lembaga Keuangan Bukan Bank

(LKBB) merupakan institusi resmi yang bertujuan menghimpun dana dari masyarakat. Lalu dana yang terkumpul dikelola agar dapat digunakan sebagai sumber pendukung kegiatan ekonomi yang terkait dengan investasi atau instrumen keuangan.

Jenis-Jenis Lembaga Keuangan Bukan Bank

a. Pegadaian

menyediakan dana kredit kepada masyarakat, (BUMN) yang menawarkan solusi untuk yang membutuhkan pinjaman dengan menggadaikan aset atau barang berharga.

b. Pasar Modal

menjadi tempat transaksi surat berharga dengan jangka waktu di atas 1 tahun (jangka panjang).

c. Perusahaan Modal Ventura

(Perusahaan modal usaha) memberikan dana kepada sebuah bisnis atau perusahaan untuk janga waktu tertentu sesuai dengan ketentuan.

d. Perusahaan Asuransi

menawarkan perlindungan jika terjadi risiko pada nasabah.

e. Perusahaan Pembiayaan (Sewa Guna)

menawarkan layanan pembiayaan dengan berbasis kontrak, atau bisa juga digabung dengan transaksi pembelian kredit.

f. Fintech

LKBB berbasis teknologi, yang menawarkan layanan keuangan melalui crowdfunding atau penggalangan dana.

g. Layanan Dana Pensiun

menawarkan produk perlindungan masa tua.

h. Koperasi Simpan Pinjam
i. Pasar Uang
j. Perusahaan Penagihan Piutang

C. Masyarakat Jaringan (Network Society)

1. Konsep dan Perkembangan Masyarakat di Indonesia

i. Konsep Masyarakat

Kata ‘masyarakat’ berasal dari bahasa Arab ‘syārikfi’il (شارك) yang berarti ‘berpartisipasi’. Masyarakat dalam bahasa Inggris disebut sebagai ‘societynoun yang berasal dari bahasa Latin ‘socius’ yang berarti kawan.

Masyarakat adalah:

  • kumpulan individu yang tinggal bersama,
  • pada suatu wilayah,
  • dalam jangka waktu yang lama,
  • saling berinteraksi,
  • dan kerja sama,
  • dalam rangka mengorganisasi diri sebagai suatu kesatuan sosial.

ii. Unsur-Unsur Masyarakat

a. Struktur Sosial

Klasifikasi dan pengelompokan individu dalam masyarakat berdasarkan berbagai faktor, seperti:

  • jenis kelamin;
  • kelompok usia;
  • sistem kekerabatan;
  • lokalitas;
  • pekerjaan; dan
  • kedudukan.
b. Kontrol Sosial

Sistem/prosedur yang mengatur perilaku individu dalam masyarakat.

c. Media Komunikasi

Sarana yang dapat digunakan untuk memfasilitasi proses interaksi dan komunikasi antaranggota masyarakat.

d. Sistem Nilai dan Norma

Standar dan patokan berperilaku yang diadopsi oleh anggota masyarakat.

iii. Perkembangan Masyarakat

Masyarakat Agraris Industri Informasi
Sumber daya diolah SDA (angin, air, tanah) Membuat energi (listrik, bahan bakar) Informasi (tansmisi data dan komputer)
Sumber daya dibutuhkan Bahan mentah/alam Modal Pengetahuan
Keahlian sumber daya manusia yang dibutuhkan Petani, pekerja tanpa kemampuan tertentu Ahli mesin, pekerja dengan kemampuan khusus Pekerja profesional
Teknologi Alat-alat manual Teknologi mesin Teknologi cerdas
Prinsip perkembangan Tradisional Pertumbuhan ekonomi Penerapan pengetahuan dalam teknologi
Model produksi dalam bidang ekonomi Pertanian, pertambangan, perikanan, peternakan Produksi, distribusi barang, konstruksi berat Transportasi, perdagangan asuransi, real estate, kesehatan, rekreasi, penelitian, pendidikan, pemerintahan

2. Masyarakat Jejaring (Network Society)

Masyarakat jaringan bisa diartikan sebagai kemampuan masyarakat dalam beradaptasi dan merespons pasar global.

3. Dampak Adanya Masyarakat Jaringan

  1. Meningkatnya ekonomi daring, berdampak pada penjualan di sektor ritel mulai tutup.
  2. Sebagian besar orang yang bergerak dalam usaha dagang memasarkan barang dagangannya menggunakan sistem daring.
  3. Pola konsumsi masyarakat yang semakin konsumtif karena kemudahan transaksi secara daring.
  4. Menimbulkan kesenjangan antarpelaku usaha.
  5. Kemudahan bertukar informasi tanpa ada sekat antarnegara.

D. Perdagangan dan Transaksi Keuangan di Era Digital

1. Perdagangan

(Perniagaan) adalah kegiatan jual beli barang/jasa berdasarkan kesepakatan bersama antara penjual dan pembeli tanpa ada unsur pemaksaan.

i. Tujuan Perdagangan

  • Memperoleh keuntungan.
  • Memperluas jangkauan pasar.

ii. Faktor Pendorong Perdagangan

  • Perbedaan faktor produksi atau SDA yang dimiliki.
  • Perbedaan tingkat harga.

iii. Manfaat Perdagangan

  • Menyediakan alternatif alat pemuas kebutuhan bagi konsumen.
  • Meningkatkan produktivitas.
  • Memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.

iv. Perbedaan Perdagangan Antardaerah dan Antarnegara

  • Objek perdagangannya
    pada perdagangan antarnegara tidak sebatas barang dan jasa, bisa berupa modal, tenaga kerja, teknologi, maupun informasi.
  • Manfaat yang ingin diperoleh
    pada perdagangan antarnegara tidak hanya untuk mendapatkan keuntungan dan perluasan jangkauan pasar, juga untuk menjalin hubungan/persahabatan antar negara, serta transfer IPTEK modern.
  • Menggunakan sistem kurs tukar
    pada perdagangan antarnegara, karena perbedaan nilai tukar mata uang yang digunakan.

v. Peran TIK dalam Perdagangan

i. dari Sudut Pandang Penjual
  • Tidak ada batasan ruang dan waktu
  • Penjual tidak harus membuka cabang distribusi
  • Efesiensi karyawan
  • Biaya operasional yang lebih rendah
ii. dari Sudut Pandang Pembeli
  • Kemudahan berbelanja
  • Penghematan waktu dan biaya perjalanan
  • Akses ke barang dari luar negeri
  • Perbandingan harga

2. Ekonomi Digital

Ekonomi digital adalah dampak global terhadap pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang berdampak pada kondisi sosial ekonomi (Kominfo, 2019).

i. Karakteristik

  • Pengetahuan (knowledge)
  • Serba digital (digitalized)
  • Serba virtual (virtualized)
  • Menjadi molukul kecil (molecularized)
  • Terintegrasi (integrated)
  • Tanpa perantara (disintermediated)
  • Menyatu (convergent)
  • Penuh inovasi (innovated)
  • Produsen sekaligus konsumen (prosumer)
  • Serba seketia (immediate)
  • Mendunia (globalized)
  • Perpecahan (discordant)

ii. Manfaat

  • Praktis
  • Aman
  • Ketersedian informasi yang lebih besar
  • Menghemat biaya
  • Menurunkan hambatan

iii. Contoh Sektor Ekonomi Digital

  • Sektor keuangan (financial technology/fintech)
  • Perdagangan elektronik (e-commerce)
  • On demand service
  • Internet of Things (IoT)

iv. Transaksi Keuangan Digital

  • Peggunaan perangkat digital
  • Penggantian uang tunai
  • Dukungan pemerintah dan lembaga keuangan
  • Kemajuan teknologi

v. Beberapa Jenis Transaksi Online yang Paling Banyak Dilakukan

  • Top Up pulsa dan layanan transportasi online
  • Pembayaran tagihan
  • Pembelian barang dan tiket
  • Pembayaran angsuran, pajak, dan zakat

vi. Kelebihan Transaksi Digital

  • Menghemat waktu
  • Memberikan kepraktisan
  • Keamanan berlapis
  • Banyak promo menarik

vii. Kekurangan Transaksi Digital

  • Memerlukan pemahaman teknologi
  • Biaya layanan (biaya admin)
  • Kejahatan dunia maya (hacking dan cybercrime)
  • Ketergantungan pada infrastruktur telekomunikasi

viii. Kiat Aman Transaksi Digital

  • Jaga kerahasiaan data
  • Aktifkan two-factor authentication (2FA) dan notifikasi transaksi
  • Gunakan email address khusus
  • Periksa kembali tujuan transaksi
  • Hanya berinteraksi dengan pihak resmi

III—Tantangan dan Potensi Indonesia Menjadi Negara Maju§

A. Perkembangan Pembangunan di Indonesia§

1. Orde Lama§

i. Pemerintahan

Ada dua jenis pemerintahan: Demokrasi Parlementer (liberal) dan Demokrasi Terpimpin.

Pada masa Demokrasi Parlementer,

Pada masa Demokrasi Terpimpin (1959–1965),

Pada tahun 1965, politik berubah secara besar-besaran, yang menjatuhkan rezim Demokrasi Terpimpin dan mengakhiri masa kepresidenan Sukarno, dan mengantarkan Indonesia ke era Orde Baru.

ii. Pembangunan

  1. Jembatan Ampera, Palembang, Sumatera Selatan.
  2. Bendungan Ir. H. Juanda, Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat.
    berfungsi untuk irigasi, pertanian, penyeimbangan ekosistem, PLTA, dan pasokan air.
  3. Bandara Juanda, Sedati, Sidoarjo, Jawa Timur.
  4. Jaringan Telekomunikasi—RRI (Radio Republik Indonesia).
  5. Rumah Sakit.
    • RSUP Sanglah, Bali.
    • RS Dr. Soetomo, Surabaya.
    • RS Kebon Jati, Bandung, Jawa Barat.
    • RS H. Yuliddin Away Tapaktuan, Aceh.

2. Orde Baru

3. Reformasi

B. Konsep Negara Maju dan Berkembang§

1. Negara Maju§

Negara maju merujuk pada negara yang mencapai tingkat tinggi dalam pembangunan ekonomi, sosial, dan teknologi.

Istilah ini digunakan untuk menggambarkan negara dengan:

i. Ekonomi Maju

ii. Infrastruktur yang Baik

iii. Pendidikan dan Kesehatan

Menyediakan sistem pendidikan dan kesehatan yang berkualitas, dengan akses yang mudah dan merata.

iv. Teknologi Canggih

v. Standar Hidup yang Tinggi

2. Negara Berkembang§

Negara berkembang merujuk pada negara yang sedang dalam proses mencapai titel “negara maju”. Mereka memiliki potensi dan tantangannya masing-masing.

i. Ketergantungan pada Sektor Primer

Sektor primer adalah sektor ekonomi yang memanfaatkan SDA secara mentah. Sebagian penduduknya masih terlibat dalam sektor ini, tapi produktivitasnya rendah.

ii. Ketimpangan Sosial dan Ekonomi

Ketimpangan adalah ketidakseimbangan, kecacatan, dsb.. Terjadi ketimpangan pendapatan, akses terhadap pendidikan dan kesehatan, dan ketimpangan antara kota dan desa.

iii. Infrastruktur Tidak Merata

Jaringan transportasi, listrik, air bersih, dan akses teknologi informasi masih belum merata.

iv. Tantangan Lingkungan

Deforestasi, degradasi lahan, polusi air dan udara, serta perubahan iklim.

3. Indikator Kemajuan Pembangunan§

  1. Produk domestik bruto (PDB) atau gross domestic product (GDP)
    adalah nilai total produksi barang dan jasa dalam suatu negara selama periode tertentu.
  2. Tingkat pengangguran.
  3. Tingkat kemiskinan.
  4. Tingkat harapan hidup.
  5. Tingkat literasi.
  6. Indeks pembangunan manusia (IPM) atau human development index (HDI).
  7. Akses terhadap layanan dasar.

C. Potensi Indonesia Menjadi Negara Maju§

1. Potensi SDA, SDM, dan Keragaman Budaya Indonesia§

i. Sumber Daya Manusia

Indonesia memiliki banyak populasi dan potensi SDM. Kita perlu berinvestasi pada bidang pendidikan, meningkatkan kualitas pendidikan, akses yang lebih luas dan merata, dan tenaga kerja yang lebih kompeten.

ii. Sumber Daya Alam

Indonesia kaya akan SDA, seperti:

Jika dimanfaatkan dengan baik, SDA dapat menjadi basis untuk pembangunan ekonomi yang kuat.

Potensi energi terbarukan seperti tenaga surya, angin, dan bioenergi dapat mendukung transisi menuju ekonomi yang lebih berkelanjutan dan rendah emisi karbon.

iii. Keragaman Budaya

Keragaman budaya yang banyak, merupakan kekayaan yang unik, dan dapat menjadi sumber daya penting untuk sektor pariwisata, industri kreatif, dan promosi budaya.

2. Potensi Daerah-Daerah di Indonesia§

i. Papua dan Maluku

  1. Tambang—tembaga, emas, gas alam, dan minyak bumi.
  2. Keragaman budaya dan keindahan alam—Raja Ampat, Pulai Kei, dan Lembah Baliem.

ii. Sumatra

  1. SDA melimpah—minyak, gas alam, batu bara, dan sawit.
  2. Pelabuhan dan infrastruktur yang baik di Medan dan Batam dapat mendorong aktivitas perdagangan.
  3. Potensi pariwisata di Danau Toba, Bukittinggi, dan Lampung.

iii. Kalimantan

  1. Batu bara, minyak, gas alam, dan kayu dapat mendukung sektor energi dan industri.
  2. Potensi pertanian, perkebunan, dan peternakan—kelapa sawit dan karet—berkontribusi dalam sektor agrobisnis.
  3. Hutan tropis yang beragam dapat menjadi potensi pariwisata alam.

iv. Sulawesi

  1. Potensi pertanian dan perkebunan—cokelat, kopi, kelapa, dan cengkih—dapat meningkatkan ekspor.
  2. SDA tambang—nikel, emas, dan bijih besi—mendukung sektor tambang dan industri.
  3. Keindahan alam—Taman Nasional Bunaken dan Taman Nasional Lore Lindu—menawarkan potensi pariwisata bawah air dan alam.

v. Jawa

  1. Kawasan industri dan infrastruktur yang baik dapat menjadi basis untuk pengembangan sektor manufaktur dan ekspor.
  2. Wilayah Jakarta sebagai pusat bisnis di Asia Tenggara.
  3. Potensi pariwisata di Yogyakarta, Jawa Timur, dan Jawa Tengah kaya akan budaya, sejarah, dan alam.

3. Potensi Berbagai Sektor Pendukung§

i. Pertanian, Perikanan, dan Kemaritiman

  1. Lahan pertanian yang luas dan beragam, memungkinkan pertanian modern dan diversifikasi produk.
  2. Potensi pengembangan agrobisnis—kelapa sawit, karet, kakao, kopi, dan rempah-rempah.
  3. SDA laut yang kaya, potensi perikanan dan akuakultur.

ii. Energi

  1. Potensi energi terbarukan, panas bumi, energi surya, dan bayu.
  2. Minyak, gas alam, dan batu bara.

ii. Industri, Manufaktur, dan Ekonomi Kreatif

  1. Pasar domestik memberi peluang bagi industri dan manufaktur untuk tumbuh dan berkembang.
  2. Potensi pengembangan industri berbasis teknologi canggih.

iii. Pariwisata

  1. Keragaman budaya, warisan sejarah, dan keindahan alam.
  2. Ekowisata dan pariwisata budaya.

iv. Teknologi dan Inovasi

  1. SDM yang berketerampilan dan berbakat.
  2. Tumbuh start up dan industri kreatif.

v. SDA

Kekayaan SDA—tambang, mineral, hutan, dan keanekaragaman hayati—mampu membantu industri pengolahan dan ekspor.

vi. Infrastruktur

Jalan raya, jaringan transportasi, pelabuhan, dan bandara dapat meningkatkan konektivitas dan mempermudah perdagangan.

D. Tantangan Indonesia Menjadi Negara Maju§

E. Letak Indonesia di Tengah Konteks Regional dan Global§