| Type | Term | Definition |
|---|---|---|
| KONSEP DASAR | Ekosistem | Sistem interaksi dan saling ketergantungan antara makhluk hidup dan lingkungan tak hidup. |
| KONSEP DASAR | Niche (Relung) | Posisi fungsional, habitat, dan "profesi" suatu organisme di dalam ekosistemnya. |
| KOMPONEN ABIOTIK | Komponen Abiotik | Komponen fisik dan kimiawi tak hidup penyedia substrat kehidupan (udara, air, tanah, dll). |
| KOMPONEN ABIOTIK | Udara | Gas pelapis bumi penunjang kehidupan (untuk respirasi & fotosintesis). |
| KOMPONEN ABIOTIK | Nitrogen (N2) Udara | Gas penyusun udara terbanyak dengan komposisi permanen sebesar 78,09%. |
| KOMPONEN ABIOTIK | Oksigen (O2) Udara | Gas penyusun udara terpenting untuk pernapasan, persentasenya 21,94%. |
| KOMPONEN ABIOTIK | Karbon Dioksida (CO2) | Gas di udara yang berjumlah 0,032%, krusial untuk fotosintesis tumbuhan. |
| KOMPONEN ABIOTIK | Persentase Air Bumi | Berjumlah 1,4 miliar km³. Rincian: 97% air laut, 2% gunung es, 0,75% air tawar. |
| KOMPONEN ABIOTIK | Proses Destruktif | Proses pelapukan batuan dan pembusukan senyawa organik yang membentuk tanah. |
| KOMPONEN ABIOTIK | Proses Sintesis | Proses pembentukan mineral di dalam tanah secara alami. |
| KOMPONEN ABIOTIK | Suhu | Derajat panas dari matahari. Suhu ideal bagi makhluk hidup umumnya 0–40°C. |
| KOMPONEN ABIOTIK | Hibernasi | Periode tidak aktif pada makhluk hidup untuk bertahan saat suhu lingkungan sangat rendah. |
| KOMPONEN ABIOTIK | Derajat Keasaman (pH) | Tingkat keasaman tanah/air. Tumbuhan tumbuh baik pada pH optimum 5,8–7,2. |
| KOMPONEN ABIOTIK | Topografi | Keadaan tinggi-rendah/naik-turunnya permukaan bumi yang mempengaruhi suhu & kelembapan. |
| KOMPONEN BIOTIK | Komponen Biotik | Seluruh makhluk hidup di bumi; terbagi menjadi autotrof dan heterotrof. |
| KOMPONEN BIOTIK | Autotrof | Organisme berklorofil penyedia makanan/produsen (fitoplankton, ganggang, tumbuhan). |
| KOMPONEN BIOTIK | Heterotrof | Organisme pemakan bahan organik dari pihak lain (konsumen primer, sekunder, tersier). |
| KOMPONEN BIOTIK | Konsumen I (Primer) | Hewan herbivor pemakan produsen. |
| KOMPONEN BIOTIK | Konsumen II (Sekunder) | Hewan karnivor pemakan herbivor. |
| KOMPONEN BIOTIK | Konsumen III (Tersier) | Karnivor besar penghuni puncak rantai makanan (pemakan karnivor lain). |
| KOMPONEN BIOTIK | Dekomposer | Mikroba pengurai zat organik bangkai/sisa jadi zat anorganik sederhana (Bakteri & Jamur). |
| KOMPONEN BIOTIK | Mineralisasi | Proses pelepasan nutrien anorganik oleh dekomposer untuk dipakai kembali oleh produsen. |
| KOMPONEN BIOTIK | Detritivor | Hewan pemakan serpihan organisme mati/hancuran daun (Cacing tanah, rayap, keluwing). |
| BAHAN ORGANIK | Selulosa & Kitin | Contoh zat organik kompleks sisa tumbuhan/hewan yang diurai oleh dekomposer. |
| INTERAKSI UMUM | Netralisme | Dua spesies hidup bersama, tidak saling memengaruhi/mengganggu (Sapi & Kucing). |
| INTERAKSI UMUM | Kompetisi | Persaingan memperebutkan hal yang sama yang menyebabkan pihak kalah mati/pindah. |
| INTERAKSI UMUM | Kompetisi Intraspesifik | Persaingan antarindividu dari spesies yang sama (Dua kambing jantan berduel). |
| INTERAKSI UMUM | Kompetisi Interspesifik | Persaingan antarindividu dari spesies yang berbeda (Jagung bersaing dengan rumput liar). |
| INTERAKSI UMUM | Komensalisme | Satu untung, yang lain tak terpengaruh (Ikan remora & hiu, Anggrek & pohon). |
| INTERAKSI UMUM | Amensalisme | Satu pihak rugi, pihak lainnya tak terpengaruh untung/rugi. |
| INTERAKSI UMUM | Alelopati | Jenis amensalisme dimana tumbuhan mengeluarkan zat beracun penghambat organisme lain. |
| INTERAKSI UMUM | Alelokimia | Metabolit sekunder / racun bahan kimia yang dilepaskan pada proses alelopati. |
| INTERAKSI UMUM | Parasitisme | Satu untung (menyerap makanan), yang lain dirugikan/inang. |
| INTERAKSI UMUM | Predasi | Pemangsa memakan mangsanya; pengatur keseimbangan populasi (Ular makan tikus). |
| INTERAKSI UMUM | Protokoperasi | Saling menguntungkan tapi bukan keharusan untuk bertahan hidup (Burung jalak & kerbau). |
| INTERAKSI UMUM | Mutualisme | Saling menguntungkan & wajib mutlak saling bergantung agar tetap hidup. |
| ORGANISME INTERAKSI | Nerium oleander | Tumbuhan pelaku amensalisme/alelopati; meracuni sekitarnya dengan zat oleandrin. |
| ORGANISME INTERAKSI | Hydrodictyon & Scenedesmus | Ganggang pelaku alelopati; menghasilkan antibiotik yang membunuh bakteri. |
| ORGANISME INTERAKSI | Endoparasit | Parasit di dalam tubuh (Contoh: Trichomonas vaginalis di kelamin, Ancylostoma caninum di usus). |
| ORGANISME INTERAKSI | Ektoparasit | Parasit di luar permukaan tubuh inang (Contoh: Tali putri / Cuscuta sp., kutu hewan). |
| ORGANISME INTERAKSI | Liken | Contoh mutualisme erat antara Jamur dan Cyanobacteria (Ganggang hijau-biru). |
| ORGANISME INTERAKSI | Tyto alba (Serak Jawa) | Burung hantu predator alami pengendali hama; bisa memangsa hingga 1.300 ekor tikus/tahun. |
| ALIRAN ENERGI | Hukum Termodinamika | Konsep bahwa energi tak bisa diciptakan/dimusnahkan, tapi berubah bentuk (Cahaya -> Kimia -> Gerak -> Panas). |
| ALIRAN ENERGI | Tingkat Trofik | Susunan tingkatan transfer energi pada rantai makanan (Tingkat I = Produsen). |
| ALIRAN ENERGI | Rantai Makanan Perumput | Rantai makanan yang dimulai dari tumbuhan hijau (Tumbuhan -> Belalang -> Katak). |
| ALIRAN ENERGI | Rantai Makanan Detritus | Rantai makanan yang dimulai dari serpihan mahluk hidup mati (Sampah daun -> Cacing tanah -> Itik). |
| ALIRAN ENERGI | Jaring-jaring Makanan | Gabungan rantai makanan yang saling berhubungan kompleks; makin kompleks, ekosistem makin stabil. |
| ALIRAN ENERGI | Hukum 10% Energi | Konsumen rata-rata hanya mampu memanfaatkan 10% energi yang diperoleh dari trofik di bawahnya (sisanya terbuang sbg panas). |
| PIRAMIDA EKOLOGI | Piramida Ekologi | Diagram susunan trofik untuk membandingkan jumlah, biomassa, atau energi secara berurutan. |
| PIRAMIDA EKOLOGI | Piramida Jumlah | Diagram berdasarkan hitungan jumlah individu per tingkat trofik. |
| PIRAMIDA EKOLOGI | Piramida Biomassa | Diagram berdasarkan ukuran berat kering total (gram/m²) organisme di waktu tertentu. |
| PIRAMIDA EKOLOGI | Piramida Biomassa Terbalik | Fenomena perairan dimana berat produsen (fitoplankton) lebih kecil dibanding konsumennya (ikan). |
| PIRAMIDA EKOLOGI | Piramida Energi | Model piramida terbaik! Tidak terpengaruh ukuran organisme dan menunjukkan penurunan/efisiensi energi secara akurat. |
| PRODUKTIVITAS | Produktivitas | Hasil penambahan biomassa / aktivitas metabolisme tubuh dalam periode waktu tertentu. |
| PRODUKTIVITAS | Produktivitas Primer Kotor (PPK) | Total SELURUH bahan organik/energi murni yang dihasilkan oleh tumbuhan melalui fotosintesis. |
| PRODUKTIVITAS | Produktivitas Primer Bersih | Sisa energi (PPK) setelah dikurangi energi yang dipakai tumbuhan itu sendiri untuk bernapas (Respirasi). |
| PRODUKTIVITAS | Produktivitas Sekunder | Kecepatan penambahan biomassa / penyimpanan energi oleh golongan Heterotrof (Laju Asimilasi). |
| DAUR BIOGEOKIMIA | Daur Biogeokimia | Siklus unsur kimia tanpa batas antara makhluk hidup (biotik) dan lingkungan (abiotik). |
| DAUR BIOGEOKIMIA | Pembagian Daur | Daur Gas (Karbon, Nitrogen), Daur Cair (Air), Daur Padat/Sedimen (Fosfor, Belerang/Sulfur). |
| DAUR KARBON | Proses Daur Karbon | Tumbuhan serap CO2 (Fotosintesis) -> Hewan makan tumbuhan -> Keduanya bernapas & mati (Respirasi & Dekomposisi membebaskan CO2 lagi). |
| DAUR KARBON | Asam Karbonat (H2CO3) | Hasil reaksi gas CO2 dengan air di lautan/perairan. |
| DAUR KARBON | Kalsium Karbonat (CaCO3) | Reaksi H2CO3 dengan batu kapur; bahan baku penting bagi Mollusca untuk membuat cangkangnya. |
| DAUR KARBON | Ion Bikarbonat (HCO3-) | Sumber molekul CO2 bagi organisme di dalam air. |
| DAUR NITROGEN | Fiksasi Nitrogen | Penambatan gas Nitrogen (N2) dari udara agar bisa diserap tanah/tanaman. |
| DAUR NITROGEN | Amonifikasi | Proses perombakan zat protein makhluk yang mati menjadi Amonia (NH3) oleh bakteri pengurai. |
| DAUR NITROGEN | Nitrifikasi | Proses biologi oksidasi amonia menjadi Nitrit, lalu dioksidasi lagi menjadi Nitrat (NO3-). |
| DAUR NITROGEN | Denitrifikasi | Penguraian Nitrat menjadi gas Nitrogen (N2) yang dilepas kembali ke atmosfer. |
| DAUR NITROGEN | Fiksasi Elektrokimia | Pengikatan N2 lewat halilintar/petir menghasilkan Nitrogen dioksida (NO2) yang larut bersama hujan menjadi nitrat. |
| BAKTERI NITROGEN | Azotobacter | Bakteri tanah yang hidup BEBAS (non-simbiotik) pengikat gas N2 dari udara. |
| BAKTERI NITROGEN | Rhizobium leguminosarum | Bakteri SIMBIOTIK pengikat N2, hidup menempel pada bintil akar tumbuhan kacang-kacangan (polong). |
| BAKTERI NITROGEN | Nostoc & Anabaena | Kelompok ganggang hijau-biru (Cyanobacteria) yang mampu mengikat N2. |
| BAKTERI NITROGEN | Bacillus subtilis & mesentericus | Jenis bakteri pelapuk yang melakukan proses Amonifikasi (pembuat amonia). |
| BAKTERI NITROGEN | Nitrosococcus & Nitrosomonas | Bakteri pelaku Nitritasi (Mengubah amonia menjadi Nitrit / NO2-). |
| BAKTERI NITROGEN | Nitrobacter | Bakteri pelaku Nitratasi (Mengubah Nitrit menjadi Nitrat / NO3- siap pakai). |
| BAKTERI NITROGEN | Pseudomonas denitrificans | Bakteri bersama Micrococcus yang memecah senyawa nitrat kembali jadi N2 gas (Denitrifikasi). |
| DAUR AIR | Sifat Daur Air | Daur ini tidak memiliki proses reaksi kimia, murni hanya peristiwa perubahan wujud secara fisik. |
| DAUR AIR | Evaporasi | Penguapan air akibat panas matahari dari wilayah bebas (laut, sungai, danau). |
| DAUR AIR | Transpirasi | Pengeluaran/penguapan air melalui lubang stomata daun pada tumbuhan. |
| DAUR AIR | Kondensasi | Uap air naik ke udara dingin, mengembun dan berubah menjadi titik-titik air pembuat awan. |
| DAUR AIR | Presipitasi | Turun dan jatuhnya titik-titik air kembali ke permukaan bumi (Hujan). |
| DAUR AIR | Infiltrasi | Masuknya air hujan menyerap ke dalam pori-pori tanah secara vertikal. |
| DAUR AIR | Perkolasi | Bergeraknya air di dalam tanah ke arah bawah akibat tarikan gaya gravitasi bumi. |
| DAUR AIR | Serasah | Tumpukan daun-daun kering di tanah vegetasi yang berfungsi meningkatkan porositas (daya serap) tanah. |
| DAUR FOSFOR | Asal Usul Fosfor | Berasal dari pelapukan batuan mineral, kotoran hewan laut, dan dekomposisi organik. Tidak ada bentuk gas. |
| DAUR FOSFOR | Ion Fosfat | Bentuk fosfor anorganik yang terserap tumbuhan (H2PO4-, HPO4 2-, PO4 3-). |
| DAUR FOSFOR | Asam Nukleat (DNA & RNA) | Senyawa penting penyusun genetik tubuh makhluk hidup yang bahan bakunya adalah zat Fosfor. |
| DAUR FOSFOR | Sedimentasi Fosfor | Pengendapan fosfor di laut dalam bentuk tulang/batu karang/fosil yang sangat sukar larut. |
| DAUR FOSFOR | Pupuk Guano | Pupuk alami kaya unsur hara fosfor (juga N dan K) hasil timbunan kotoran kelelawar atau burung laut. |
| DAUR SULFUR | Sulfur Dioksida (SO2) | Gas belerang di udara hasil dari letusan gunung berapi atau asap pabrik industri. |
| DAUR SULFUR | Hidrogen Sulfida (H2S) | Gas belerang di udara hasil pembusukan sisa bahan organik di tanah dan air. |
| DAUR SULFUR | Ion Sulfat (SO4 2-) | Wujud belerang anorganik di dalam tanah yang dapat dihisap oleh akar tumbuhan. |
| DAUR SULFUR | Hujan Asam | Tragedi lingkungan dimana SO2 berpadu dengan air awan turun sebagai hujan bersenyawa sulfat merusak. |
| MIKROBA SULFUR | Aspergillus & Neurospora | Spesies jamur yang merombak sisa protein organik menjadi gas hidrogen sulfida (H2S). |
| MIKROBA SULFUR | Escherichia | Spesies bakteri yang ikut serta dalam pembusukan sisa organik menghasilkan gas H2S. |
| MIKROBA SULFUR | Thiobacillus denitrificans | Bakteri autotrof pengoksidasi sulfur murni menjadi senyawa Sulfat. |
| MIKROBA SULFUR | Thiobacillus thiooxidans | Bakteri kemoautotrof yang juga membantu proses oksidasi belerang menjadi sulfat di tanah. |
| MIKROBA SULFUR | Thiobacillus thioparus | Bakteri pereduksi anaerob yang mereduksi / mengurai senyawa sulfat di tanah kembali menjadi gas H2S. |
Versi Normal BAB4BIO
May 3, 2026
33
0