IBruhse Versi Normal BAB4BIO 33 5/3/2026
Versi Normal BAB4BIO
IBruhse @IBruhse May 3, 2026 33 0
Type Term Definition
KONSEP DASAR Ekosistem Sistem interaksi dan saling ketergantungan antara makhluk hidup dan lingkungan tak hidup.
KONSEP DASAR Niche (Relung) Posisi fungsional, habitat, dan "profesi" suatu organisme di dalam ekosistemnya.
KOMPONEN ABIOTIK Komponen Abiotik Komponen fisik dan kimiawi tak hidup penyedia substrat kehidupan (udara, air, tanah, dll).
KOMPONEN ABIOTIK Udara Gas pelapis bumi penunjang kehidupan (untuk respirasi & fotosintesis).
KOMPONEN ABIOTIK Nitrogen (N2) Udara Gas penyusun udara terbanyak dengan komposisi permanen sebesar 78,09%.
KOMPONEN ABIOTIK Oksigen (O2) Udara Gas penyusun udara terpenting untuk pernapasan, persentasenya 21,94%.
KOMPONEN ABIOTIK Karbon Dioksida (CO2) Gas di udara yang berjumlah 0,032%, krusial untuk fotosintesis tumbuhan.
KOMPONEN ABIOTIK Persentase Air Bumi Berjumlah 1,4 miliar km³. Rincian: 97% air laut, 2% gunung es, 0,75% air tawar.
KOMPONEN ABIOTIK Proses Destruktif Proses pelapukan batuan dan pembusukan senyawa organik yang membentuk tanah.
KOMPONEN ABIOTIK Proses Sintesis Proses pembentukan mineral di dalam tanah secara alami.
KOMPONEN ABIOTIK Suhu Derajat panas dari matahari. Suhu ideal bagi makhluk hidup umumnya 0–40°C.
KOMPONEN ABIOTIK Hibernasi Periode tidak aktif pada makhluk hidup untuk bertahan saat suhu lingkungan sangat rendah.
KOMPONEN ABIOTIK Derajat Keasaman (pH) Tingkat keasaman tanah/air. Tumbuhan tumbuh baik pada pH optimum 5,8–7,2.
KOMPONEN ABIOTIK Topografi Keadaan tinggi-rendah/naik-turunnya permukaan bumi yang mempengaruhi suhu & kelembapan.
KOMPONEN BIOTIK Komponen Biotik Seluruh makhluk hidup di bumi; terbagi menjadi autotrof dan heterotrof.
KOMPONEN BIOTIK Autotrof Organisme berklorofil penyedia makanan/produsen (fitoplankton, ganggang, tumbuhan).
KOMPONEN BIOTIK Heterotrof Organisme pemakan bahan organik dari pihak lain (konsumen primer, sekunder, tersier).
KOMPONEN BIOTIK Konsumen I (Primer) Hewan herbivor pemakan produsen.
KOMPONEN BIOTIK Konsumen II (Sekunder) Hewan karnivor pemakan herbivor.
KOMPONEN BIOTIK Konsumen III (Tersier) Karnivor besar penghuni puncak rantai makanan (pemakan karnivor lain).
KOMPONEN BIOTIK Dekomposer Mikroba pengurai zat organik bangkai/sisa jadi zat anorganik sederhana (Bakteri & Jamur).
KOMPONEN BIOTIK Mineralisasi Proses pelepasan nutrien anorganik oleh dekomposer untuk dipakai kembali oleh produsen.
KOMPONEN BIOTIK Detritivor Hewan pemakan serpihan organisme mati/hancuran daun (Cacing tanah, rayap, keluwing).
BAHAN ORGANIK Selulosa & Kitin Contoh zat organik kompleks sisa tumbuhan/hewan yang diurai oleh dekomposer.
INTERAKSI UMUM Netralisme Dua spesies hidup bersama, tidak saling memengaruhi/mengganggu (Sapi & Kucing).
INTERAKSI UMUM Kompetisi Persaingan memperebutkan hal yang sama yang menyebabkan pihak kalah mati/pindah.
INTERAKSI UMUM Kompetisi Intraspesifik Persaingan antarindividu dari spesies yang sama (Dua kambing jantan berduel).
INTERAKSI UMUM Kompetisi Interspesifik Persaingan antarindividu dari spesies yang berbeda (Jagung bersaing dengan rumput liar).
INTERAKSI UMUM Komensalisme Satu untung, yang lain tak terpengaruh (Ikan remora & hiu, Anggrek & pohon).
INTERAKSI UMUM Amensalisme Satu pihak rugi, pihak lainnya tak terpengaruh untung/rugi.
INTERAKSI UMUM Alelopati Jenis amensalisme dimana tumbuhan mengeluarkan zat beracun penghambat organisme lain.
INTERAKSI UMUM Alelokimia Metabolit sekunder / racun bahan kimia yang dilepaskan pada proses alelopati.
INTERAKSI UMUM Parasitisme Satu untung (menyerap makanan), yang lain dirugikan/inang.
INTERAKSI UMUM Predasi Pemangsa memakan mangsanya; pengatur keseimbangan populasi (Ular makan tikus).
INTERAKSI UMUM Protokoperasi Saling menguntungkan tapi bukan keharusan untuk bertahan hidup (Burung jalak & kerbau).
INTERAKSI UMUM Mutualisme Saling menguntungkan & wajib mutlak saling bergantung agar tetap hidup.
ORGANISME INTERAKSI Nerium oleander Tumbuhan pelaku amensalisme/alelopati; meracuni sekitarnya dengan zat oleandrin.
ORGANISME INTERAKSI Hydrodictyon & Scenedesmus Ganggang pelaku alelopati; menghasilkan antibiotik yang membunuh bakteri.
ORGANISME INTERAKSI Endoparasit Parasit di dalam tubuh (Contoh: Trichomonas vaginalis di kelamin, Ancylostoma caninum di usus).
ORGANISME INTERAKSI Ektoparasit Parasit di luar permukaan tubuh inang (Contoh: Tali putri / Cuscuta sp., kutu hewan).
ORGANISME INTERAKSI Liken Contoh mutualisme erat antara Jamur dan Cyanobacteria (Ganggang hijau-biru).
ORGANISME INTERAKSI Tyto alba (Serak Jawa) Burung hantu predator alami pengendali hama; bisa memangsa hingga 1.300 ekor tikus/tahun.
ALIRAN ENERGI Hukum Termodinamika Konsep bahwa energi tak bisa diciptakan/dimusnahkan, tapi berubah bentuk (Cahaya -> Kimia -> Gerak -> Panas).
ALIRAN ENERGI Tingkat Trofik Susunan tingkatan transfer energi pada rantai makanan (Tingkat I = Produsen).
ALIRAN ENERGI Rantai Makanan Perumput Rantai makanan yang dimulai dari tumbuhan hijau (Tumbuhan -> Belalang -> Katak).
ALIRAN ENERGI Rantai Makanan Detritus Rantai makanan yang dimulai dari serpihan mahluk hidup mati (Sampah daun -> Cacing tanah -> Itik).
ALIRAN ENERGI Jaring-jaring Makanan Gabungan rantai makanan yang saling berhubungan kompleks; makin kompleks, ekosistem makin stabil.
ALIRAN ENERGI Hukum 10% Energi Konsumen rata-rata hanya mampu memanfaatkan 10% energi yang diperoleh dari trofik di bawahnya (sisanya terbuang sbg panas).
PIRAMIDA EKOLOGI Piramida Ekologi Diagram susunan trofik untuk membandingkan jumlah, biomassa, atau energi secara berurutan.
PIRAMIDA EKOLOGI Piramida Jumlah Diagram berdasarkan hitungan jumlah individu per tingkat trofik.
PIRAMIDA EKOLOGI Piramida Biomassa Diagram berdasarkan ukuran berat kering total (gram/m²) organisme di waktu tertentu.
PIRAMIDA EKOLOGI Piramida Biomassa Terbalik Fenomena perairan dimana berat produsen (fitoplankton) lebih kecil dibanding konsumennya (ikan).
PIRAMIDA EKOLOGI Piramida Energi Model piramida terbaik! Tidak terpengaruh ukuran organisme dan menunjukkan penurunan/efisiensi energi secara akurat.
PRODUKTIVITAS Produktivitas Hasil penambahan biomassa / aktivitas metabolisme tubuh dalam periode waktu tertentu.
PRODUKTIVITAS Produktivitas Primer Kotor (PPK) Total SELURUH bahan organik/energi murni yang dihasilkan oleh tumbuhan melalui fotosintesis.
PRODUKTIVITAS Produktivitas Primer Bersih Sisa energi (PPK) setelah dikurangi energi yang dipakai tumbuhan itu sendiri untuk bernapas (Respirasi).
PRODUKTIVITAS Produktivitas Sekunder Kecepatan penambahan biomassa / penyimpanan energi oleh golongan Heterotrof (Laju Asimilasi).
DAUR BIOGEOKIMIA Daur Biogeokimia Siklus unsur kimia tanpa batas antara makhluk hidup (biotik) dan lingkungan (abiotik).
DAUR BIOGEOKIMIA Pembagian Daur Daur Gas (Karbon, Nitrogen), Daur Cair (Air), Daur Padat/Sedimen (Fosfor, Belerang/Sulfur).
DAUR KARBON Proses Daur Karbon Tumbuhan serap CO2 (Fotosintesis) -> Hewan makan tumbuhan -> Keduanya bernapas & mati (Respirasi & Dekomposisi membebaskan CO2 lagi).
DAUR KARBON Asam Karbonat (H2CO3) Hasil reaksi gas CO2 dengan air di lautan/perairan.
DAUR KARBON Kalsium Karbonat (CaCO3) Reaksi H2CO3 dengan batu kapur; bahan baku penting bagi Mollusca untuk membuat cangkangnya.
DAUR KARBON Ion Bikarbonat (HCO3-) Sumber molekul CO2 bagi organisme di dalam air.
DAUR NITROGEN Fiksasi Nitrogen Penambatan gas Nitrogen (N2) dari udara agar bisa diserap tanah/tanaman.
DAUR NITROGEN Amonifikasi Proses perombakan zat protein makhluk yang mati menjadi Amonia (NH3) oleh bakteri pengurai.
DAUR NITROGEN Nitrifikasi Proses biologi oksidasi amonia menjadi Nitrit, lalu dioksidasi lagi menjadi Nitrat (NO3-).
DAUR NITROGEN Denitrifikasi Penguraian Nitrat menjadi gas Nitrogen (N2) yang dilepas kembali ke atmosfer.
DAUR NITROGEN Fiksasi Elektrokimia Pengikatan N2 lewat halilintar/petir menghasilkan Nitrogen dioksida (NO2) yang larut bersama hujan menjadi nitrat.
BAKTERI NITROGEN Azotobacter Bakteri tanah yang hidup BEBAS (non-simbiotik) pengikat gas N2 dari udara.
BAKTERI NITROGEN Rhizobium leguminosarum Bakteri SIMBIOTIK pengikat N2, hidup menempel pada bintil akar tumbuhan kacang-kacangan (polong).
BAKTERI NITROGEN Nostoc & Anabaena Kelompok ganggang hijau-biru (Cyanobacteria) yang mampu mengikat N2.
BAKTERI NITROGEN Bacillus subtilis & mesentericus Jenis bakteri pelapuk yang melakukan proses Amonifikasi (pembuat amonia).
BAKTERI NITROGEN Nitrosococcus & Nitrosomonas Bakteri pelaku Nitritasi (Mengubah amonia menjadi Nitrit / NO2-).
BAKTERI NITROGEN Nitrobacter Bakteri pelaku Nitratasi (Mengubah Nitrit menjadi Nitrat / NO3- siap pakai).
BAKTERI NITROGEN Pseudomonas denitrificans Bakteri bersama Micrococcus yang memecah senyawa nitrat kembali jadi N2 gas (Denitrifikasi).
DAUR AIR Sifat Daur Air Daur ini tidak memiliki proses reaksi kimia, murni hanya peristiwa perubahan wujud secara fisik.
DAUR AIR Evaporasi Penguapan air akibat panas matahari dari wilayah bebas (laut, sungai, danau).
DAUR AIR Transpirasi Pengeluaran/penguapan air melalui lubang stomata daun pada tumbuhan.
DAUR AIR Kondensasi Uap air naik ke udara dingin, mengembun dan berubah menjadi titik-titik air pembuat awan.
DAUR AIR Presipitasi Turun dan jatuhnya titik-titik air kembali ke permukaan bumi (Hujan).
DAUR AIR Infiltrasi Masuknya air hujan menyerap ke dalam pori-pori tanah secara vertikal.
DAUR AIR Perkolasi Bergeraknya air di dalam tanah ke arah bawah akibat tarikan gaya gravitasi bumi.
DAUR AIR Serasah Tumpukan daun-daun kering di tanah vegetasi yang berfungsi meningkatkan porositas (daya serap) tanah.
DAUR FOSFOR Asal Usul Fosfor Berasal dari pelapukan batuan mineral, kotoran hewan laut, dan dekomposisi organik. Tidak ada bentuk gas.
DAUR FOSFOR Ion Fosfat Bentuk fosfor anorganik yang terserap tumbuhan (H2PO4-, HPO4 2-, PO4 3-).
DAUR FOSFOR Asam Nukleat (DNA & RNA) Senyawa penting penyusun genetik tubuh makhluk hidup yang bahan bakunya adalah zat Fosfor.
DAUR FOSFOR Sedimentasi Fosfor Pengendapan fosfor di laut dalam bentuk tulang/batu karang/fosil yang sangat sukar larut.
DAUR FOSFOR Pupuk Guano Pupuk alami kaya unsur hara fosfor (juga N dan K) hasil timbunan kotoran kelelawar atau burung laut.
DAUR SULFUR Sulfur Dioksida (SO2) Gas belerang di udara hasil dari letusan gunung berapi atau asap pabrik industri.
DAUR SULFUR Hidrogen Sulfida (H2S) Gas belerang di udara hasil pembusukan sisa bahan organik di tanah dan air.
DAUR SULFUR Ion Sulfat (SO4 2-) Wujud belerang anorganik di dalam tanah yang dapat dihisap oleh akar tumbuhan.
DAUR SULFUR Hujan Asam Tragedi lingkungan dimana SO2 berpadu dengan air awan turun sebagai hujan bersenyawa sulfat merusak.
MIKROBA SULFUR Aspergillus & Neurospora Spesies jamur yang merombak sisa protein organik menjadi gas hidrogen sulfida (H2S).
MIKROBA SULFUR Escherichia Spesies bakteri yang ikut serta dalam pembusukan sisa organik menghasilkan gas H2S.
MIKROBA SULFUR Thiobacillus denitrificans Bakteri autotrof pengoksidasi sulfur murni menjadi senyawa Sulfat.
MIKROBA SULFUR Thiobacillus thiooxidans Bakteri kemoautotrof yang juga membantu proses oksidasi belerang menjadi sulfat di tanah.
MIKROBA SULFUR Thiobacillus thioparus Bakteri pereduksi anaerob yang mereduksi / mengurai senyawa sulfat di tanah kembali menjadi gas H2S.