Zafran Buku Besar MTs Sederajat 10 6 1/22/2025
Buku Besar MTs Sederajat
Zafran @zafran17 January 22, 2025 10 6

Fikih§

I—Najis dan Cara Menyucikannya§

A. Najis Mukhaffafaħ (Ringan)

Berikut contohnya.

  1. Air kencing bayi laki-laki yang hanya telah memakan air susu ibunya.
  2. Air mażi (beberapa pendapat).

Cara menyucikannya cukup dengan memercikkan air mutlak pada sesuatu yang terkenanya.

B. Najis Mutawasiṭaħ (Sedang)

Berikut contohnya.

  1. Nanah.

  2. Darah.

  3. Kotoran dari:

    • qubul, dan
    • dubur

    manusia ataupun binatang.

  4. Minuman keras.

  5. Darah haid dan nifas.

  6. Air wadi.

  7. Air mażi (beberapa pendapat).

  8. Bangkai selain manusia, belalang, dan ikan.

Najis mutawasiṭaħ terbagi dua.

1. Najis ‘Ainiyaħ

Najis yang nampak sifat-sifatnya, yaitu:

Cara menyucikannya adalah dengan mencucinya hingga sifat-sifat najis hilang, lalu dibasuh dengan air mutlak.

2. Najis Ḥukumiyah

Najis yang sudah tidak tampak sifatnya, seperti air kencing yang sudah kering.

Cara menyucikannya adalah membasuh atau mengalirkan air mutlak kepadanya.

C. Najis Mugallazaħ (Berat)

Contohnya adalah najis yang berasal dari babi dan anjing.

Cara menyucikannya, cuci sampai tujuh kali dan salah satunya dicampur dengan debu atau tanah (dan harus tanah, tidak bisa diganti dengan sabun dan sebagainya).

D. Najis Ma’fu (Dimaafkan)

Najis yang tidak perlu disucikan, karena terlampau sedikit dan tidak dapat dibedakan antara yang terkena najis dan yang tidak.

Contohnya sebagai berikut.

Pada makanan beku yang kejatuhan benda najis, cukup membuang sebagian makanan yang terkenanya.

Tetapi jika makanan cair kejatuhan najis, maka makanan tersebut dihukumi najis.

Nanah dan darah dari kudis atau bisul termasuk kedalam najis ma’fu.

E. Jenis-Jenis Air

1. Air Mutlak

Air suci dan menyucikan, berasal dari air hujan, sungai, sumur, laut, telaga, embun, salju, dan es.

2. Air Musta’mal

Air suci, tapi tidak menyucikan. Air yang sudah digunakan untuk bersuci, seperti wuḍu atau mandi besar.

3. Air Musyammas

Air yang terpapar sinar matahari dalam wadah yang bukan dari emas atau perak. Makruh digunakan untuk bersuci.

4. Air Muḍāf

Air suci, tapi tidak menyucikan. Air yang berasal dari buah-buahan, seperti perasan jeruk atau air kelapa.

5. Air Mutanajis

Air tidak suci, dan tidak menyucikan. Air mutlak yang sudah terkena najis.

II—Ḥadaṡ dan Cara Menyucikannya§

A. Ḥadaṡ Kecil

Peristiwa yang menyebabkan seseorang harus bersuci, dengan berwuḍu atau bertayamum.

B. Ḥadaṡ Besar

Peristiwa yang menyebabkan seseorang harus bersuci, dengan mandi besar.

III—Salat Lima Waktu§

IV—Waktu-Waktu Salat§

V—Bacaan-Bacaan Salat§

VI—Sujud Saḥwi§

Sujud sahwi adalah sujud yang dilakukan untuk menutup kesalahan dalam salat, karena lupa.

VII—Azan dan Ikamah§

A. Azan

Ażān berarti pemberitahuan. Azan adalah ibadah kepada Allah dengan pemberitahuan masuknya waktu salat dengan zikir tertentu.

Hukumnya adalah sunnah mu‘akkad (Mażhab Syafi‘i) atau farḍu kifāyaħ (Mażhab Hambali).

Azan pertama kali disyariatkan pada tahun pertama hijrah Nabi ke Madinah.

Rukun-rukun bagi mu`ażżin sebagai berikut.

Berikut sunah-sunah bagi mu`ażżin.

B. Ikamah

Iqāmaħ berarti lurus; menegakkan. Ikamah adalah ibadah kepada Allah untuk menegakkan salat dengan zikir tertentu.

VIII—Salat Berjamaah§

Berikut syarat-syarat sahnya salat berjamaah.

IX—Zikir dan Doa§

A. Zikir

Berikut adab-adab berzikir.

X—Salat Jumat§

Berikut syarat menjadi wajibnya salat Jumat.

Berikut syarat sah salat Jumat.

XI—Salat Jenazah§

XII—Salat Jama’ dan Qaṣar§

XIII—Salat dalam Keadaan Darurat§

XIV—Sujud Syukur dan Tilawah§

A. Sujud Syukur

Berikut tata caranya.

XV—Puasa§

XVI—Zakat§

XVII—Hibah, Hadiah, dan Sedekah§

XVIII—Haji§

Lokasi-lokasi penting ibadah haji

A. Iḥrām

Mulai ihram dari miqat yang telah ditentukan. Miqat adalah batas waktu dan tempat dilakukannya haji dan umrah. Batas waktu berhaji adalah bulan Syawal, Zulkaidah, dan Zulhijjah.

Berikut urutan menunaikan ihram.

B. Wukuf

Wukuf ditunaikan pada tanggal 9 Zulhijjah hingga matahari terbit pada tanggal 10 Zulhijjah. Selama wukuf, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa.

Selain itu, juga terdapat sejumlah amalan yang dapat dikerjakan.

C. Menginap di Muzdalifah

Setelah wukuf, maka jemaah haji akan berjalan dari Arafah ke Mina. Namun, jemaah akan singgah dulu di Muzdalifah untuk mabit hingga terbit fajar. Jemaah disunahkan untuk mengambil kerikil untuk lempar jumrah di Muzdalifah.

Berikut amalan yang dapat ditunaikan.

D. Lempar Jumrah

Lempar jumrah aqabah setelah matahari mulai menyingsing, atau siang hari 10 Zulhijjah, dengan 7 butir kerikil yang dilemparkan ke sebuah tugu batu yang berada di Bukit Aqabah, Mina. Seusai lempar jumrah, jemaah bisa menyembelih hewan kurban.

E. Tahallul

Tahallul adalah bentuk pelepasan diri dari ihram haji setelah selesai menunaikan sejumlah amalan selama haji.

Tahallul terbagi dua.

F. Menginap di Mina

Jemaah akan mabit di hari tasyrik. Setelah matahari tergelincir pada hari tasyrik, maka jemaah haji akan melempar tiga jumrah, yang masing-masingnya terdiri dari tujuh lemparan.

G. Tawaf Wada

Tawaf wada adalah tawaf yang dilakukan sebelum jemaah kembali ke kampung halaman atau menuju ke Madinah untuk ziarah makam Nabi Muhammad ﷺ.

XIX—Umrah§

XX—Makanan dan Minuman yang Halal dan Haram§

XXI—Binatang yang Halal dan yang Haram§

XXII—Penyembelihan Hewan§

XXIII—Akikah§

XXIV—Qurban§

XXV—Jual Beli§

XXVI—Riba§

XXVII—Gadai§

XXVIII—Upah§

XXIX—Hutang Piutang§

XXX—Pinjam Meminjam§

XXXI—Titip Menitip§

XXXII—Warisan§

SKI§

I—Nabi Muhammad ﷺ§

A. Kondisi Masyarakat Arab Sebelum Islam

Rangkuman Materi SKI Kelas 7 Bab 1

1. Kepercayaan

Sebelum meyembah berhala, mereka menganut ajaran tauhid yang dibawa oleh Nabi Ibrahim.

Setelah wafatnya Nabi Ismail, terputuslah tisalah yang akhirnya mereka menyembah selain Allah ﷻ, proses perpindahan kepercayaan ini dimulai ketika pembersar suku Khuza‘ah—Amir bin Lu`ay al-Khuzai—pergi ke Syam.

Pada saat musim haji, mereka berziarah ke Mekah dan melihat berhala-berhala di sekitar Kabah.

Tata cara peribadatan bangsa Arab pra-Islam sebagai berikut. - Berdiam di sisi berhala, memuji, dan meminta pertolongan padanya. - Ketika berhaji, mereka bertawaf mengelilingi berhala dan bersujud padanya. - Mendekatkan diri kepadanya dengan memberikan sesembahan.

2. Sosial

i. Positif
ii. Negatif

3. Ekonomi

Kondisi ekonomi mereka sudah cukup maju sebelum datangnya Islam. Sebagian mereka sudah berniaga (dagang), berdagang merupakan mata pencaharian utama mereka.

4. Politik

Ada tiga kekuatan politik.

B. Riwayat Hidup Nabi Muhammad di Mekah

1. Kelahiran

2. Masa Kecil

3. Permulaan Dakwah

i. Prioritas Dakwah Nabi Muhammad ﷺ
ii. Respon Masyarakat Terhadap Dakwah Nabi Muhammad ﷺ
iii. Tantangan Dakwah Nabi Muhammad ﷺ
iv. Kesuksesan

C. Kondisi Masyarakat Madinah Sebelum Islam

1. Kepercayaan

2. Sosial

3. Ekonomi

Kota Yasrib adalah daerah persawahan dan perkebunan, sehingga perkebunan ini bisa menjadi sandaran hidup penduduk setempat. Penghasilan terbesarnya adalah kurma dan anggur.

4. Politik

Yasrib tidak pernah ada kerajaan yang mengatur kekuasaan. Sehingga kekuasaan berada di tangan kelompok tertentu tergantung siapa yang paling kuat di antara mereka. Hal ini menyebabkan banyak peperangan yang terjadi.

D. Peristiwa Hijrah Nabi Muhammad ﷺ ke Madinah

II—Khulafā`ur-Rāsyidīn§

III—Dinasti Umayyah§

IV—Dinasti Abbasiyah§

V—Dinasti Ayyubiyah§

VI—Masuknya Islam ke Indonesia§