I—Kesultanan Ternate
dikenal juga sebagai Kerajaan Gapi. Awalnya bukan kerajaan Islam, berubah pada pemerintahan Raja Marhum.
- Lokasi: Kepulauan Maluku
- Pendiri: Baab Mashur Malamo
- Tahun Berdiri: 1486–1950
- Kejayaan: Sultan Baabullah (1570–1583)
- Ditandai dengan
- wilayah semakin luas;
- keberhasilan perdagangan rempah; dan
- kekuatan militer.
- Pernah mendapat julukan Al-Mullukiah, selain menjadi pusat peradaban Islam, juga menjadi pusat pemerintahan dan perdagangan.
- Ditandai dengan
- Kemunduran:
- Karena rerempahannya, daerah ini diincar bangsa Eropa.
- Setelah wafatnya Slt. Baabullah, pemerintahan melemah, banyak permasalahan yang datang dari luar.
- Runtuh pada sekitar abad ke-17.
II—Kesultanan Tidore
Pada awal pendirian, kerajaan ini belum bercorak Islam. Baru berkembang pada abad ke-15.
- Lokasi: Kota Tidore, Maluku Utara
- Pendiri: Muhammad Naqil (Syahjati)
- Tahun Berdiri: 1081–sekarang
- Kejayaan: Sultan Nuku (1780–1805)
- Wilayah semakin luas.
- Struktur pemerintahan yang teratur.
- Slt. Nuku dikenal sukses melawan Belanda dengan menyatukan Ternate dan Tidore.
- Belanda menyerah pada 21 Juni 1801.
- Kemunduran:
- Setelah Slt. Nuku wafat (1805), Belanda mengincar Tidore.
- Pada saat itu Tidore memiliki konflik internal.
- Jatuhlah Kerajaan Tidore ke tangan Belanda.
III—Kesultanan Samudera Pasai
- Lokasi: Pesisir pantai Samudra Pasai
- Pendiri: Sultan Malik aṣ-Ṣaleh
- Tahun Berdiri: 1267–1521
- Kejayaan: Sultan Mahmud Malik az-Zahir II.
- Menjadi perniagaan penting, komoditas utamanya lada.
- Sebagai pusat perdagangan, Samudera Pasai mengeluarkan mata uang emas “dirham.”
- Samudera Pasai menjadi pusat perkembangan Islam, sebagai tempat berdakwah dan menyebarkan Islam.
- Kemunduran:
- Saat pemerintahan melemah, Samudera Pasai diserang oleh Majapahit (1377). Mereka khawatir atas kemajuan Samudera Pasai.
- Alasan lainnya:
- perebutan kekuasaan;
- pindahnya pusat perdagangan ke Malaka; serta
- Munculnya kerajaan baru, seperti Aceh.
IV—Kesultanan Aceh Darussalam
- Lokasi: Aceh
- Pendiri: Sultan Ali Mughayat Syah
- Tahun Berdiri: 1496–1903
- Kejayaan: Sultan Iskandar Muda (1607–1636)
- Berhasil menaklukkan Pahang sebagai sumber timah.
- Melakukan penyerangan terhadap Portugis.
- Kemunduran:
- Konflik internal dan krisis pemimpin.
- Invasi Belanda.
V—Kesultanan Melaka
Awalnya bukan kerajaan Islam, baru berpindah ketika Parameswara berpindah agama, dan berubah nama menjadi Sultan Iskandar Syah
- Lokasi: Malaysia (Johor) sampai Riau
- Pendiri: Parameswara (Sultan Iskandar Syah)
- Tahun Berdiri: 1402–1528
- Kejayaan: Sultan Mansyur Syah (1459–1477)
- Wilayahnya besar, yang memiliki pengaruh besar dalam perdagangan internasional.
- Menjadi pusat perdagangan dan perniagaan internasional.
- Kemunduran:
- Pasukan Portugis (Alfonso de Albuquerque) menyerang (1511).
- Raja tidak terlalu memperhatikan tentang ketahanan negara, maka pasukan Portugis menaklukkan kerajaan dengan mudah.
VI—Kesultanan Demak
- Lokasi: Pulau Jawa (Bintoro, muara Sungai Demak)
- Pendiri: Raden Patah
- Tahun Berdiri: 1481/2–1554
- Kejayaan: Sultan Trenggana (1521–1546)
- Pusat penyebaran agama Islam.
- Perluasan wilayah kerajaan.
- Kemunduran:
- Meninggalnya Slt. Trenggana, terjadi kekosongan pemerintahan.
- Muncul konflik internal dan terjadi perang saudara.
VII—Kesultanan Banten
- Lokasi: Banten
- Pendiri: Maulana Hasanuddin
- Tahun Berdiri: 1526–1816
- Kejayaan: Sultan Ageng Tirtayasa (1651–1683)
- Menjalin hubungan dengan berbagai negara.
- Pusat penyebaran Islam se-Jawa.
- Kemunduran: Sultan Haji
- Tergiur dengan kekuasaan politik.
VIII—Kesultanan Mataram Islam
- Lokasi: Mataram
- Pendiri: Raja Sutawijaya (1586–1601)
- Tahun Berdiri: 1586–
- Kejayaan: Raden Mas Rangsang (Sultan Agung)
- Meninggikan peradaban kebudayaan.
- Kerajaan ahli di bidang militer, ekonomi, politik, sosial, dan budaya.
- Kemunduran:
- Pengaruh Belanda semakin kuat.
- Kekalahan Slt. Agung merebut Batavia.