Aidin Akbar Color Theory 19 1 6/12/2024
Color Theory
Aidin Akbar @aidin.akbar June 12, 2024 19 1

Pengertian Teori Warna

Teori warna atau color theory adalah perpaduan sains, psikologi, dan emosi yang menjadikan warna sebagai aspek desain yang kuat. Teori warna merupakan seni dalam menggunakan warna yang menjelaskan bagaimana manusia memandang warna dan efek visual pencampuran warna.

Teori warna menjadi pedoman yang dipakai oleh desainer grafis untuk menentukan warna yang tepat. Dengan teori warna, desainer bisa memilih pasangan warna yang enak dipandang dan menyampaikan pesan dengan baik. Seperti yang kita tahu, setiap warna mewakili suasana hati dan mempunyai arti tersendiri. Misalnya, warna merah mewakili keberanian dan kuning mewakili kehangatan. Jika salah memilih warna, arti yang tersampaikan juga salah.

Mengapa Teori Warna Itu Penting?

Audiens memutuskan apakah mereka menyukai suatu produk hanya membutuhkan waktu 90 detik atau kurang. Sedangkan, 90% dari keputusan tersebut hanya didasarkan pada warna. Hal ini menjelaskan bahwa teori warna sangatlah penting.

Teori warna berperan penting dalam proses branding dan marketing. Teori warna bisa membantu mempengaruhi audiens untuk melakukan aksi yang kita mau. Maka dari itu, teori warna sangat penting bagi kegiatan pemasaran.

Macam-Macam Teori Warna

Berikut dua teori warna yang bisa diterapkan oleh seorang desainer grafis.

1. Roda Warna

Roda warna diciptakan oleh Sir Isaac Newton berdasarkan bagaimana cahaya memantulkan spektrum warna. Roda warna merupakan alat untuk memvisualisasikan hubungan antar warna. Roda warna terdiri dari warna primer, sekunder, dan tersier.

Warna Primer

Warna primer membentuk dasar untuk semua warna lainnya. Setiap warna yang kita lihat, merupakan kombinasi dari warna ini. Secara tradisional, banyak yang menganggap bahwa warna primer adalah merah, biru, dan kuning. Akan tetapi, penelitian menunjukkan bahwa warna primer adalah magenta, cyan, dan kuning.

Warna Sekunder

Warna sekunder adalah gabungan dari dua warna primer, seperti oranye yang dihasilkan dari merah dan kuning, hijau yang dihasilkan dari biru dan kuning.

Warna Tersier

Warna tersier adalah warna yang dibuat dari pencampuran warna primer dan sekunder. Contohnya adalah warna chartreuse yang merupakan pencampuran warna kuning dan hijau.

2. Skema Warna

Menggunakan roda warna, desainer mengembangkan skema warna untuk materi pemasaran. Skema warna merupakan cara menggunakan roda warna untuk memilih paduan warna yang harmonis.

Warna Komplementer

Warna komplementer adalah warna yang berada pada posisi berlawan pada skema warna. Contoh warna ini adalah oranye dan biru, merah dan hijau. Dua warna yang kontras dan tajam dapat membuat citra lebih menonjol.

Warna Analog

Warna analog menampilkan tiga warna yang saling berdampingan pada skema warna. Warna analog menciptakan suasana yang sangat kohesif, terpadu dan menyenangkan mata.

Warna Triadik

Warna triadik berada tersebar secara merata di sekitar skema warna dengan bentuk segitiga sama sisi. Warna ini cenderung sangat cerah dan dinamis. Penggunaannya menciptakan kontras dan harmoni visual secara bersamaan.

Arti Warna

Warna berbeda juga membawa simbolisme emosional yang berbeda. Berikut beberapa arti warna:

Merah

Dikaitkan dengan kekuatan, keberanian, gairah, energi, dan dapat membantu mendorong audiens untuk mengambil tindakan.

Oranye

Melambangkan kegembiraan dan antusiasme serta memberikan pesan yang positif.

Kuning

Melambangkan kehangatan, kebahagiaan, dan kecerdasan.

Hijau

Melambangkan pertumbuhan, ambisi, dan dapat memberikan kesan bahwa brand tengah naik daun.

Biru

Melambangkan ketenangan, kepercayaan diri, dan merujuk pada rasa damai dan percaya diri.

Hitam

Melambangkan kekuatan dan misteri.


Tips Memilih Warna

Berikut adalah beberapa tips untuk memilih warna:

Gali Inspirasi

Agar kamu bisa menemukan inspirasi, kamu bisa mencari referensi. Misalnya kamu bisa melihat desain serupa di internet, media sosial, dan lainnya. Dengan demikian, kamu bisa menemukan inspirasi yang cocok untuk desainmu.

Tetapkan Suasana

Tips kedua dalam memilih warna adalah menetapkan suasana. Sebelumnya, telah dibahas bahwa setiap warna bisa mempengaruhi suasana. Maka dari itu, tetapkanlah dulu suasana yang kamu mau sebelum memilih warna.

Pertimbangkan Konteks Warna

Selain mempertimbangkan suasana, kamu juga harus mempertimbangkan konteks warna dalam membuat desain grafis. Arti warna mungkin saja sedikit berubah tergantung dari konteks desain yang kamu buat.

Gunakan Aturan 60-30-10

Ini adalah aturan untuk menggunakan 60% warna primer, 30% warna sekunder, dan 10% warna tersier. Dengan menggunakan aturan ini, kamu bisa mengkombinasikan warna dalam desain grafis secara lebih seimbang.

Membuat Beberapa Draft Desain

Tips terakhir dalam memilih warna adalah dengan membuat draft desain. Kamu bisa melakukan exercise dengan mencoba memadu-padankan beberapa jenis warna dalam teori warna. Misalnya, kamu mencoba menggunakan warna komplementer dan triadik. Setelah selesai membuat draft, kamu bisa menilai dan memilih satu jenis warna yang cocok. Nah, demikianlah penjelasan tentang pentingnya teori warna dalam dunia desain grafis. Jika kamu tertarik untuk menjadi seorang desainer grafis, kamu harus memahami teori warna yang telah dijelaskan sebelumnya.