| Term / Kata | Arti Versi "Dumb It Down" (Gampang Dihafal) |
|---|---|
| Gejala Sosial (Umum) | Kejadian-kejadian antar manusia. Mau sendirian kek, banyakan kek, yang penting nyangkut duit (ekonomi), kebiasaan (budaya), kekuasaan (politik), dan akhlak (moral). |
| Gejala Alam | Kejadian dari alam semesta, bukan ulah manusia secara langsung (Contoh: gempa, kebanjiran). |
| Gejala Sosial (Émile Durkheim) | Kenyataan di luar diri kita yang terjadi gara-gara kelakuan orang-orang di masyarakat pada saling nyambung/ngefek satu sama lain. |
| Karakteristik Gejala Sosial | Ada 8 sifatnya: (a) Ribet (kompleks), (b) Macam-macam, (c) Nggak sama di semua tempat (nggak universal), (d) Berubah-ubah terus (dinamis), (e) Susah dimengerti, (f) Suka bawa-bawa perasaan/bias (kurang objektif), (g) Gak bisa diukur pakai angka (kualitatif), (h) Susah ditebak. |
| Gejala Sosial Menentukan (Guglielmo Carchedi) | Ibarat gejala sosial "Si Bos". Dia yang jadi penyebab/syarat munculnya gejala sosial yang lain. |
| Gejala Sosial Ditentukan (Guglielmo Carchedi) | Ibarat gejala sosial "Anak Buah". Dia muncul, berubah, atau jalan gara-gara diatur sama Si Bos tadi. |
| Jenis Gejala Sosial (Pitirim A. Sorokin) | Cuma ada 4 geng: Agama, Duit (Ekonomi), Politik, dan Hukum. |
| Gejala Sosial Mikro (Norman Blaikie) | Skala Kecil: Cuma urusan individu atau geng tongkrongan kecil. |
| Gejala Sosial Meso (Norman Blaikie) | Skala Menengah: Urusannya udah level organisasi, RT/RW, sampai level kota atau negara. |
| Gejala Sosial Makro (Norman Blaikie) | Skala Raksasa: Urusan antar-negara atau lembaga dunia. |
| Gotong Royong (KBBI) | Kerja bareng, tolong-menolong, saling bantu. |
| Gotong Royong (Koentjaraningrat) | Kerja bareng buat menuhin kebutuhan hidup dan mecahin masalah sama-sama. |
| 5 Nilai Karakter Bangsa (Kemendikbud) | Rajin ibadah (religius), cinta tanah air (nasionalis), bisa berdiri sendiri (mandiri), jujur/bisa dipercaya (integritas), dan suka kerja bareng (gotong royong). |
| Fakta | Kenyataan mutlak. Udah kejadian, ada buktinya, semua orang setuju (objektif). |
| Opini | Cuma pendapat/ide orang. Tiap orang bisa beda (subjektif) dan kebenarannya belum terbukti. |
| Struktur Sosial (Umum) | Jalinan utuh antara aturan, lembaga, kelompok, dan kelas sosial di masyarakat. |
| Struktur Sosial (George C. Homans) | Perilaku paling dasar manusia pas lagi interaksi sehari-hari. |
| Struktur Sosial (Talcott Parsons) | Hubungan nyambung antar-manusia. |
| Struktur Sosial (James Samuel Coleman) | Pola pergaulan antar-orang dan antar-kelompok. |
| Struktur Sosial (William Kornblum) | Kebiasaan individu/kelompok yang dilakuin berulang-ulang sampai akhirnya bikin mereka punya ikatan. |
| Struktur Sosial (Soerjono Soekanto) | Hubungan timbal balik antara "posisi/jabatan" seseorang dengan "perannya" di masyarakat. |
| Struktur Sosial (Abdul Syani) | Tatanan masyarakat yang isinya hubungan timbal balik antara status (kedudukan) dan peranan. |
| Struktur Sosial Horizontal (J. Nasikun) | Masyarakat yang beda-beda tapi SETARA/SEJAJAR. Contoh: beda suku, agama, adat. (Nama bekennya: Diferensiasi Sosial). |
| Struktur Sosial Vertikal (J. Nasikun) | Masyarakat yang beda-beda dan BERTINGKAT/ADA KELASNYA. Ada bos, ada bawahan. (Nama bekennya: Stratifikasi Sosial). |
| Stratifikasi Sosial (Umum) | Mengelompokkan masyarakat jadi berlapis-lapis kayak kue lapis (ada yang di atas, di bawah). |
| Stratifikasi Sosial (Pitirim A. Sorokin) | Misahin warga ke dalam kelas yang bertingkat (kelas atas, menengah, bawah). |
| Dasar Stratifikasi Sosial | Kenapa bisa bertingkat? Karena ada yang dianggap lebih "Wah": Harta (Kekayaan), Pintar (Ilmu), Jabatan (Kekuasaan), dan Nama baik (Kehormatan). |
| 3 Sistem Pelapisan (Soerjono Soekanto) | 1. Terbuka (orang miskin bisa jadi kaya). 2. Tertutup (sistem kasta, gak bisa pindah kelas). 3. Campuran (gabungan keduanya). |
| Wujud Stratifikasi Sosial | Kelihatan jelas dari kondisi isi dompet (ekonomi), pergaulan (sosial), dan kekuasaan (politik). |
| Dampak Stratifikasi Sosial | Bikin beda gaya bahasa, makanan, gelar, hobi, selera baju, sampai bentuk rumah & perabotannya. |
| Diferensiasi Sosial | Ngelompokin perbedaan masyarakat tapi sifatnya mendatar/sejajar. Gak ada yang lebih mulia atau lebih hina. |
| Ras (Ralph Linton) | 3 tipe fisik manusia di dunia: Mongoloid (kulit kuning, rambut lurus kayak Asia), Kaukasoid (putih, pirang kayak Bule), Negroid (hitam, keriting kayak Afrika). |
| Jumlah Suku Bangsa di Indonesia | Kata C. van Vollen Houven: 316 suku. Kata Koentjaraningrat: 119 suku. |
| Klan | Keluarga besar sedarah, seiman, setradisi. Di Indo ada 2: Patrilineal (ikut garis bapak, cth: Batak) dan Matrilineal (ikut garis ibu, cth: Minang). |
| Heterogenitas | Keberagaman di masyarakat (beda profesi, gender, ciri) tapi justru saling melengkapi biar sistem kehidupannya jalan. |
| Prasangka (Prejudice) | Sikap "suuzan" atau benci duluan ke suatu kelompok padahal nggak punya bukti atau pengalaman apa-apa. |
| Prasangka (Michael Banton) | Sama aja kayak antagonis (ngajak musuhan) dan antipati (jijik/nolak). |
| Stereotipe (Umum) | Nge-"cap" (asumsi) suatu kelompok secara kaku dan dipukul rata. (Capnya bisa baik, bisa buruk). |
| Stereotipe (William Kornblum) | Punya gambaran yang kaku soal ras/budaya orang lain tanpa peduli fakta aslinya gimana. |
| Masyarakat Multikultural | Masyarakat zaman now yang isinya campur aduk (beda ras, etnis, agama) tapi bisa hidup bareng di satu wilayah. |
| Masyarakat Majemuk | Masyarakat yang banyak sukunya, TAPI belum tentu saling menganggap setara (masih ada yang ngerasa budayanya paling hebat). |
| Multikulturalisme | Paham yang percaya bahwa semua perbedaan itu DERAJATNYA SAMA (gak ada budaya yang lebih superior). |
| Kesetaraan | Posisinya sama rata, sama tinggi, gak ada yang di atas atau di bawah. |
| 6 Karakteristik Multikultural (Pierre L. van den Berghe) | 1) Pecah jadi kelompok-kelompok kecil (segmentasi), 2) Lembaganya jalan sendiri-sendiri, kurang nyambung, 3) Susah mufakat/sepakat, 4) Sering ribut/konflik, 5) Bisa nyatu karena kepaksa atau butuh duit aja (ekonomi), 6) Pasti ada satu kelompok yang sok berkuasa (dominasi). |
| Demokratis (Nilai Multikultural) | Pola pikir yang sadar bahwa hak dan kewajiban dia = hak dan kewajiban orang lain. |
| Pluralisme (Nilai Multikultural) | Mandang keberagaman itu hal yang positif, wajar, dan gak bisa ditolak. Diterima aja. |
| Humanisme (Nilai Multikultural) | Sangat memanusiakan manusia dan menghargai martabat/harga diri orang lain. |
| 3 Faktor Pendorong Multikulturalisme (H.A.R. Tilaar) | 1) HAM, 2) Globalisme, 3) Demokratisasi. |
| HAM (Hak Asasi Manusia) | Ngakuin kalau semua manusia itu SAMA haknya, entah dia kaum mayoritas atau minoritas. |
| Globalisme | Paham tingkat dunia yang bilang kalau semua budaya di bumi ini derajatnya sama/setara. |
| Demokratisasi | Proses di mana orang-orang makin ngakuin dan menghargai perbedaan. |
| Faktor Penyebab Indo Multikultural | 1) Lokasinya strategis (dilewati jalur dagang dunia, budaya asing gampang masuk), 2) Bentuknya kepulauan terpisah-pisah (tiap pulau bikin budaya beda), 3) Cuaca dan jenis tanahnya beda-beda tiap daerah. |
| Toleransi (KBBI) | Sikap santai, ngehargain, dan ngebiarin orang lain beda agama/pendapat sama kita (gak maksain kehendak). |
| Hari Toleransi Internasional | Tanggal 16 November (Disahkan PBB tahun 1996 atas ide UNESCO tahun 1995). |
Versi Dumb it down BAB5SOS
May 3, 2026
12
0