Zafran P. W. Pembahasan Kisi-Kisi: Akidah Akhlak Semester 1 141 12/4/2025
Pembahasan Kisi-Kisi: Akidah Akhlak Semester 1
Zafran P. W. @zafranm2m December 4, 2025 141 0

1—Sifat Allah ﷻ

Sifat Arti
Wujūd Ada
Qidām Terdahulu
Baqā Kekal
Mukhālafaŧu lil-ḥawādiṡ Berbeda dengan makhluk-makhluk
Qiyāmuhū binafsih Berdiri sendiri
Waḥdāniyaħ Esa
Qudraħ Kuasa
Irādaħ Kehendak
’Ilm Pengetahuan
Ḥayāħ Kehidupan
Sama’ Pendengaran
Baṣar Penglihatan
Kalām Firman
Qādiran Yang Maha Berkuasa
Murīdan Yang Maha Berkehendak
’Āliman Yang Maha Mengetahui
Ḥayyan Yang Maha Hidup
Samī’an Yang Maha Mendengar
Baṣīran Yang Maha Melihat
Mutakalliman Yang Maha Berfirman

Sifat-sifat Allah Swt. terbagi 4:

  1. Nafsiyah, tentang Zat Allah.
  2. Salbiyah, yang menentang sifat-sifat tidak sesuai.
  3. Ma’ānī, yang berkaitan dengan pancaindra.
    • Ma’ānī berbentuk ism maṣdar, yaitu kata benda yang bermakna perbuatan. Misalkan “pertolongan” dari kata “tolong”.
  4. Ma’nawiyah, yang me-“maha”-kan sifat ma’ānī.
    • Ma’nawiyah berbentuk kata sifat, bukan kata benda.

2—Asmaulhusna

Asmaulhusna Arti (Maha …)
Al-Karīm Dermawan
Al-Mu`min Mengaruniakan Keamanan
Al-Wakīl Pemelihara/Mengurus
Al-Matīn Kokoh
Al-Jāmi’ Mengumpulkan
Al-Ḥafīẓ Pemelihara/Menjaga
Ar-Rāfi’ Meninggikan
Al-Wahhāb Pemberi Karunia
Ar-Raqīb Maha Mengawasi
Al-Mubdi` Memulai
Al-Muḥy Menghidupkan
Al-Ḥayy Hidup
Al-Qayyūm Mandiri
Al-Ākhir Akhir
Al-Mujīb Mengabulkan
Al-Awwal Awal

3—Akhlak Terpuji

Ada 4 perbuatan yang dibahas.

3.1—Ḥikmaħ

Berasal dari kata ḥakīm yang artinya bijaksana.

Bijaksana adalah perbuatan yang dapat membedakan benar dan salah, atau hak dan batil.

يُّؤْتِى الْحِكْمَةَ مَنْ يَّشَاۤءُۚ وَمَنْ يُّؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ اُوْتِيَ خَيْرًا كَثِيْرًاۗ وَمَا يَذَّكَّرُ اِلَّآ اُولُوا الْاَلْبَابِ

Dia (Allah) menganugerahkan hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Siapa yang dianugerahi hikmah, sungguh dia telah dianugerahi kebaikan yang banyak. Tidak ada yang dapat mengambil pelajaran (darinya), kecuali ululalbab[^1].

QS. al-Baqaraħ: 269

[^1]: Ululalbab adalah orang-orang yang memliki akal sehat.

3.2—’Iffaħ

Artinya menjauhkan diri dari yang tidak halal.

Tidak sebatas dari yang haram saja, ’iffah juga menjauhkan perbuatan yang merendahkan martabat.

Contohnya.

3.3—Syajā’aħ

Artinya berani. Berani bertindak, berbicara untuk keadilan, memberantas kebatilan, dan lain-lain.

Syajā’aħ terbagi 2, harbiyah dan nafsiyah.

  1. Syajā’aħ Harbiyah (Ofensif)
    • Berani “menyerang” atau “melawan” untuk menegakkan keadilan dan memberantas kemungkaran.
  2. Syajā’aħ Nafsiyah (Defensif)
    • Bertahan dari “serangan” mungkar.
    • Berani untuk menjauhkan perbuatan yang bertentangan dengan agama.
    • Walaupun jika kita meninggalkan perbuatan itu kita dicemooh.

3.4—’Adālaħ

Artinya adil, menempatkan sesuatu pada tempatnya, tidak memihak, dll..

Adil kepada siapapun, walaupun mereka kerabat dekat kita, adalah contoh perbuatan ’adālaħ.


4—Adab

Masa tidak tahu adab kepada orang tua dan guru ….


5—Islam Wasatiah

Berasal dari kata wasaṭ yang bermakna tengah-tengah.

  1. I’tidal (tegak)
    • Teguh pendirian.
  2. Tawassuṭ (moderat)
    • Sikap kepemimpinan tengah-tengah.
    • Tidak terlalu keras, tidak terlalu bebas.
    • Tidak berbahaya dan tidak membahayakan.
  3. Tawāzun (imbang)
    • Imbang dalam praktek ibadah.
    • Imbang dalam ibadah vertikal (dengan Allah) dan horizontal (dengan manusia).
  4. Tasāmuḥ (toleran)
    • Saling menghargai perbedaan.

Kebalikan dari wasatiah adalah ekstremisme (taṭarruf) yaitu melewati batas syariah. Ada juga radikalisme, yaitu aliran yang ingin perubahan dengan waktu yang singkat dengan segala cara, termasuk kekerasan.

Terorisme adalah sikap yang menciptakan rasa teror/takut untuk mencapai suatu tujuan politik.