IBruhse Versi Normal BAB5BIO 19 1 5/3/2026
Versi Normal BAB5BIO
IBruhse @IBruhse May 3, 2026 19 1
Type Term Definition
KONSEP DASAR Lingkungan Hidup Kesatuan ruang berisi benda, daya, dan makhluk hidup yang saling memengaruhi perikehidupan.
KONSEP DASAR Keseimbangan Lingkungan Kemampuan lingkungan mengatasi tekanan (alam/manusia) untuk menjaga kestabilan kehidupan.
KONSEP DASAR Keseimbangan Dinamis Keseimbangan lingkungan yang masih bisa mengalami perubahan tanpa menghilangkan komponen utamanya.
KONSEP DASAR Homeostasis Lingkungan Kemampuan lingkungan mempertahankan diri dan pulih dari gangguan alam maupun buatan manusia.
KONSEP DASAR Daya Dukung Lingkungan Kemampuan maksimal alam untuk menopang kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya secara layak.
KONSEP DASAR Faktor Alam Penyebab kerusakan alam dari proses alami (gempa, tsunami, gunung meletus, kemarau panjang).
KONSEP DASAR Faktor Manusia Penyebab kerusakan alam dari ulah manusia (penebangan, polusi pabrik, penggunaan pestisida berlebih).
PENCEMARAN (UMUM) Pencemaran Lingkungan Masuknya zat, makhluk hidup, atau energi yang menurunkan kualitas lingkungan sesuai peruntukannya.
PENCEMARAN (UMUM) Polutan Zat, bahan, atau komponen yang menyebabkan terjadinya pencemaran (polusi).
PENCEMARAN UDARA Pencemaran Udara Perubahan susunan dan komposisi udara normal akibat masuknya zat asing berlebih.
PENCEMARAN UDARA Karbon Monoksida (CO) Gas beracun tak berwarna/berbau hasil pembakaran tak sempurna (asap kendaraan/mesin). Bisa mematikan.
PENCEMARAN UDARA Nitrogen Oksida (NOx) Gas dari kendaraan bermotor/pabrik yang menyebabkan iritasi mata, korosi, dan hujan asam.
PENCEMARAN UDARA CFC (Chlorofluorocarbon) Gas sintetis pada pendingin AC/Kulkas dan semprotan (aerosol) yang menyebabkan lapisan ozon bolong.
PENCEMARAN UDARA Ozon (O3) Stratosfer Lapisan di atas atmosfer yang melindungi bumi dari sinar UV berbahaya.
PENCEMARAN UDARA Ozon (O3) Troposfer Gas beracun di bawah permukaan bumi (akibat polusi) yang menyebabkan pusing dan gangguan paru-paru.
PENCEMARAN UDARA Gas Rumah Kaca Gas penangkap panas di atmosfer (CO2, CH4, NOx, uap air).
PENCEMARAN UDARA Efek Rumah Kaca Fenomena terperangkapnya pantulan panas matahari di bumi akibat terhalang gas rumah kaca.
PENCEMARAN UDARA Global Warming (Pemanasan Global) Naiknya suhu rata-rata permukaan bumi, berdampak pada cairnya es kutub dan naiknya air laut.
PENCEMARAN UDARA Belerang Oksida (SOx) Gas reaktif dari pembakaran batu bara/pabrik yang merupakan pemicu utama hujan asam.
PENCEMARAN UDARA Hujan Asam Hujan dengan pH sangat rendah (akibat SOx bereaksi dengan uap air) yang merusak tanaman dan bangunan.
PENCEMARAN AIR Pencemaran Air Masuknya makhluk/zat buangan (efluen) ke air yang membuat fungsinya menurun.
PENCEMARAN AIR Parameter Fisik Pengukuran kualitas air berdasarkan benda padat, kekeruhan, warna, bau, suhu, dan pH.
PENCEMARAN AIR BOD (Biochemical Oxygen Demand) Indikator jumlah oksigen yang dibutuhkan mikroba untuk mengurai bahan organik di air.
PENCEMARAN AIR COD (Chemical Oxygen Demand) Indikator jumlah oksigen yang diperlukan untuk reaksi kimia penguraian polutan organik.
PENCEMARAN AIR DO (Dissolved Oxygen) Kadar oksigen terlarut dalam air (semakin tercemar, DO semakin rendah).
PENCEMARAN AIR Parameter Biologi Indikator jenis dan jumlah bakteri patogen (E.coli, Salmonella) pada air.
PENCEMARAN AIR Limbah Domestik Limbah asal perumahan, pasar, hotel (detergen, feses, sampah rumah tangga).
PENCEMARAN AIR Limbah Industri Bahan sisa dari pabrik yang sering beracun dan mengandung logam berat (Hg, Pb, Cu, Seng).
PENCEMARAN AIR Limbah Pertanian Sisa racun pupuk kimia (Nitrat) atau pestisida pencemar aliran sungai dan danau.
PENCEMARAN AIR Limbah Pertambangan Bahan sisa dari ekstraksi tambang, misalnya penggunaan cairan merkuri (Hg) pada tambang emas ilegal.
PENCEMARAN AIR Eutrofikasi Peristiwa kelebihan nutrisi/pupuk di perairan yang menyebabkan populasi ganggang meledak.
PENCEMARAN AIR Blooming Algae Permukaan perairan yang tertutup penuh oleh ganggang/eceng gondok hingga menghalangi cahaya matahari.
PENCEMARAN AIR Penyakit Minamata Kasus kerusakan saraf dan cacat otak di Jepang akibat warganya memakan ikan tercemar Merkuri (Hg).
AKUMULASI RACUN Biomagnifikasi Proses pelipatgandaan racun (akumulasi) seiring dengan naiknya tingkatan trofik pada rantai makanan.
AKUMULASI RACUN DDT Pestisida kimia yang awet (persisten), tidak larut air, menumpuk di lemak, dan merusak cangkang telur burung.
AKUMULASI RACUN Tingkatan Trofik Puncak Titik di mana racun lingkungan (seperti DDT dan Merkuri) terkumpul dengan kadar yang paling banyak/maksimal.
PENCEMARAN TANAH Pencemaran Tanah Langsung Polutan masuk langsung ke tanah seperti membuang insektisida, kaleng, kaca, plastik, dan stirofoam.
PENCEMARAN TANAH Pencemaran Tanah Tak Langsung Polutan masuk lewat perantara air sungai yang merembes atau hujan asam dari udara.
PENCEMARAN SUARA Pencemaran Suara Bunyi di atas 80-85 dB yang tak diinginkan, bising, dan mengganggu/merusak pendengaran.
PENCEMARAN SUARA Kebisingan Impulsif Suara bising mengejutkan dan singkat (petir, tembakan senjata).
PENCEMARAN SUARA Kebisingan Impulsif Kontinu Suara bising mengejutkan namun terjadi terpotong-potong berulang (suara memukul palu).
PENCEMARAN SUARA Kebisingan Semikontinu Suara bising yang muncul sebentar, mereda, lalu datang lagi (pesawat terbang melintas).
PENCEMARAN SUARA Kebisingan Kontinu Suara bising tanpa henti yang berlangsung dalam waktu lama (suara mesin pabrik).
PENCEMARAN SUARA SLM (Sound Level Meter) Alat bantu yang dirancang khusus untuk mengukur seberapa tinggi desibel (dB) sebuah kebisingan.
PENANGANAN CAIR Pendekatan Non-Teknis Mencegah polusi melalui penerbitan aturan, sanksi hukum, penyuluhan, dan evaluasi.
PENANGANAN CAIR Pendekatan Teknis Mencegah polusi melalui penyediaan alat instalasi pengolahan limbah (IPAL dll).
PENANGANAN CAIR Cubluk Lubang pembuangan tinja di tanah berlapis dinding (tidak kedap air), minimal jarak 15m dari sumur air.
PENANGANAN CAIR Tangki Septik Konvensional Bak kedap air penampung endapan feses yang hanya membuang air lirikan ke sumur resapan.
PENANGANAN CAIR Tangki Septik Biofilter Tangki pengolah limbah tingkat lanjut berisi media filter (ijuk, kerikil, batu) untuk hasil lebih bersih.
PENANGANAN CAIR Bak Ekualisasi Bak untuk mencampur limbah cair agar konsentrasi dan alirannya lebih seragam/stabil.
PENANGANAN CAIR IPAL / IPLCD Instalasi (mesin besar) khusus milik industri/hotel untuk memfilter dan menetralisir racun cair limbah sebelum dibuang ke sungai.
PENANGANAN PADAT Limbah Domestik & Nondomestik Jenis sampah (Rumah Tangga/Pasar) vs Sampah industri/laboratorium.
PENANGANAN PADAT Reuse Memanfaatkan barang bekas TANPA harus mengubah strukturnya (botol jadi pot bunga).
PENANGANAN PADAT Replacement Mengganti produk limbah bahaya dengan barang yang ramah lingkungan (daun pisang ganti kantong kresek).
PENANGANAN PADAT Refusal Tegas menolak barang/bahan yang merusak lingkungan.
PENANGANAN PADAT Repair Memperbaiki barang yang rusak supaya tidak jadi sampah.
PENANGANAN PADAT Reconstruct Menyusun ulang bahan yang sudah tak sesuai menjadi struktur baru.
PENANGANAN PADAT Redurability Memperpanjang keawetan/masa pakai suatu barang.
PENANGANAN PADAT Reduce Langkah meminimalkan penggunaan bahan pemicu sampah (membawa tas kain dari rumah untuk belanja).
PENANGANAN PADAT Recycle Menghancurkan wujud asli sampah untuk didaur ulang jadi benda baru (kertas bekas dijus jadi buku daur ulang).
PENANGANAN PADAT Recovery Memperoleh kembali komponen kimia/biologi bernilai dari limbah buangan pabrik.
PENANGANAN PADAT Landfill Penimbunan sampah begitu saja di lahan cekungan (cara ini kurang bagus karena rawan lindi).
PENANGANAN PADAT Air Lindi Air rembesan limbah dari tumpukan tumpukan sampah basah yang mencemari air tanah dalam.
PENANGANAN PADAT Sanitary Landfill Tumpukan sampah terstruktur di bawah tanah berlapis anti-tembus, ada pipa gas dan pipa lindi, ditutup tanah lapis per lapis.
PENANGANAN PADAT Incineration Menghilangkan sampah menggunakan mesin pembakar api suhu sangat tinggi.
PENANGANAN PADAT Pulverisation Menghancurkan sampah jadi potongan-potongan kecil layaknya serpihan dengan mesin.
PENANGANAN PADAT Composting Pembuatan pupuk alami hasil fermentasi sampah organik (sayur/daun) menggunakan bakteri/EM4.
PENANGANAN PADAT Hog Feeding Sisa makanan basah, ampas tahu, atau sayur basi dialihfungsikan menjadi makanan pakan ternak.
PENANGANAN GAS Filter Udara Alat khusus pemasang cerobong pembakar untuk menyaring partikel udara agar tidak keluar utuh ke langit.
PENANGANAN GAS Cyclone Separator Pengendap debu modern dengan prinsip pusaran angin kencang (gaya sentrifugal) melempar partikel debu ke bawah.
PENANGANAN GAS Scrubbers / Filter Basah Mesin yang menyemprotkan air hujan deras buatan untuk "mencuci" asap kotor; debunya menempel ke air.
PENANGANAN GAS Sistem Gravitasi Ruang khusus berstruktur untuk menurunkan kecepatan polutan terbang, membuat partikelnya jatuh akibat gaya gravitasi bumi.
PENANGANAN GAS Pengendap Elektrostatik Menggunakan muatan listrik secara cepat untuk menarik partikel halus seperti magnet menyedot kotoran.
LIMBAH B3 Limbah B3 Bahan Berbahaya dan Beracun (Karakteristiknya: gampang meledak, korosif, mudah terbakar, beracun/berpenyakit). Contoh: Baterai, pestisida, jarum suntik.
DINAMIKA KOMUNITAS Perubahan Siklis Perubahan alam yang terjadi pada musim tertentu tapi kembali lagi ke wujud asal secara rutin (Kemarau vs Penghujan).
DINAMIKA KOMUNITAS Perubahan Nonsiklis Perubahan drastis dan membekas lama (akibat evolusi/bencana alam) merubah ekosistem daratan selamanya.
DINAMIKA KOMUNITAS Suksesi Proses lambat tahap-demi-tahap pemulihan alam dari tidak ada kehidupan menuju ekosistem hutan lengkap.
DINAMIKA KOMUNITAS Suksesi Primer Pembentukan kehidupan di area tanah yang 100% hangus, hancur, batu tandus (seperti kepulauan bekas letusan krakatau 1883).
DINAMIKA KOMUNITAS Suksesi Sekunder Pemulihan kembali hutan yang hancur karena kebakaran biasa / lahan penebangan pohon (tanah asalnya masih ada & tidak 100% mati).
DINAMIKA KOMUNITAS Vegetasi Perintis Organisme penembus lahan mati (perintis) yang memecahkan batu jadi tanah (Contoh: Liken / Lumut Kerak, Ganggang).
DINAMIKA KOMUNITAS Komunitas Klimaks Hasil final proses suksesi, di mana terbentuk hutan lebat yang super seimbang & makhluknya sudah paten.
ADAPTASI & MITIGASI Adaptasi Perubahan Iklim Membiasakan diri menghadapi alam yang memburuk (Contoh: Menanam tanaman gen baru yang tahan kekeringan, membuat terasering).
ADAPTASI & MITIGASI Mitigasi Lingkungan Usaha aksi nyata mengurangi sumber masalah (Contoh: Memasang tanggul banjir, reboisasi, memadamkan api, mengurangi pemakaian mobil).