1—Al-Qur'an§
- (1BS) Etimologi dan ism 'alam.
- Berasal dari kata قَرَأَ (baca), menjadi قٌرْآنًا yang artinya bacaan.
- (2MJD) Makna nama lain: Al-Furqān, Aż-Żikr, Al-Kitāb, Al-Mau'ẓaħ, Asy-Syifā', Al-Hikmaħ, dan Al-Hudā.
- Al-Furqān: pembeda dari yang hak dan batil, benar dan salah.
- Aż-Żikr: pemberi peringatan.
- Al-Kitāb: yang ditulis.
- Al-Ma'uzaħ: nasihat.
- Asy-Syifa: penyembuh.
- Al-Hikmah: yang bijaksana.
- Al-Huda: petunjuk.
- (3BS) Perbedaan wahyu dan ilham.
- Wahyu terkhusus kepada nabi dan/atau rasul, untuk kepentingan umat.
- Ilham adalah ‘bisikan’ atau ‘inspirasi’ yang diberikan Allah untuk kepentingan pribadi. Ilham langsung sampai ke hati.
2—Penulisan Al-Qur'an§
- (4MJD) Cara penyampaian wahyu.
- Ada beberapa cara penyampaian wahyu kepada Nabi Muhammad saw.:
- Melalui mimpi.
- Langsung ke hati.
- Seperti bunyi gemerincing lonceng yang sangat keras.
- Malaikat menampakkan dirinya dengan wujud seorang lelaki yang elok rupa.
- Malaikat Jibril as. menampakkan dirinya dengan wujud aslinya.
- Allah Swt. berbicara dengan Nabi Muhammad dari balik hijab.
- Malaikat Jibril as. turun dengan 3 cara:
- Wujud asli.
- Sebagai seorang lelaki.
- Tak tampak, hanya dengan gemuruh seperti gemerincih lonceng.
- Ada beberapa cara penyampaian wahyu kepada Nabi Muhammad saw.:
- (5) Cara paling berat (penerimaan wahyu).
- Cara terberat yang diterima Nabi adalah dengan suara lonceng. Karena beratnya menerjemahkan lonceng tersebut menjadi Al-Qur'an.
- (6) Urutan tahapan turun.
- Dari Allah Swt. ke Lauhulmahfuz.
- Dari Lauhulmahfuz ke Baitul'izzah (langit dunia).
- Dari Baitul'izzah ke Nabi Muhammad saw..
- Ada perbedaan pendapat tentang kuantitas yang turun.
- Sekaligus ke langit dunia pada Lailatulqadar. Kemudian diturunkan berangsur-angsur kepada Nabi Muhammad saw..
- Diturunkan ke langit dunia
- 20 kali Lailatulqadar selama 20 tahun;
- 23 kali Lailatulqadar selama 23 tahun; atau
- 25 kali Lailatulqadar selama 25 tahun.
- Diturunkan pada Lailatulqadar, lalu diturunkan berangsur-angsur di berbagai waktu.
- (7) Sahabat penulis wahyu.
- Zaid bin Ṡabit.
- Ubay bin Ka'ab.
- Abdullah bin Mas'ud.
- Mu'az bin Jabbal.
- (8MJD) Metode penulisan tiap masa.
- Pada masa Nabi Muhammad, setelah menerima wahyu, beliau menyuruh para penulis wahyu untuk menuliskannya. Ia juga menunjukkan di mana urutannya pada Al-Qur'an. Medianya batu, tulang, kulit hewan, dan pelepah kurma.
- Pada masa Abu Bakar, ia mengumpulkan dan membukukan ayat-ayat Al-Qur'an yang tersebar tadi.
- (9MJD) Kontribusi sahabat/ulama.
- (10) Aspek pembelajaran (hikmah penurunan berangsur).
- Mudah untuk menghafal, memahami, merenungi, dan mengamalkan.
- Meneguhkan hati Nabi Muhammad.
- Akan lebih berkesan pada umat Islam.
- Menjawab masalah pada masa itu juga.
3—Keautentikan Al-Qur'an§
- (11MJD) Makna istilah (pembuktian keaslian).
- (12) Konsep ummi dan konteks sejarah (bantahan tuduhan peniruan).
- Konsep ummi merujuk pada keadaan yang tidak bisa membaca dan tidak bisa menulis.
- Oleh karena itu, tidak mungkin Nabi bisa mereplikasi kitab-kitab terdahulu, karena beliau saja tidak bisa baca tulis.
- (13) Konsep mutawatir (kritik manuskrip kuno).
- Setelah Nabi wafat, Al-Qur'an masih diturunkan secara berantai oleh perawi-perawi yang mustahil untuk berdusta.
- (14BS) Riwayah vs. dirayah.
- Riwayah fokus pada periwayatan hadis dari Nabi Muhammad saw..
- Dirayah adalah ilmu kritik hadis. Seperti penelitian sanad dan matan untuk menentukan kesahihannya.
4—Kemukjizatan Al-Qur'an§
- (15) Fungsi fawatih aṣ-ṣuwar.
- Menarik perhatian para sastrawan Arab.
- Isyarat kemukjizatan, tidak ada yang tahu arti sebenarnya selain Allah Swt..
- Menunjukkan bahwa Al-Qur'an terdiri dari huruf hijaiyah.
- (16) Urutan presentasi (strategi pembuktian i'jaz).
- (17) Kritik dan kedudukan (i'jaz 'adadi).
- (18) Embriologi (i'jaz ilmi).
- Aspek sains tentang penciptaan manusia.
- (19) Tujuan kisah dalam Al-Qur'an (i'jaz tarikhi).
- Untuk mengambil moral yang terdapat padanya.
- Penguatan dakwah untuk Nabi Muhammad.
- Peringatan dan teladan.
- (20BS) Implikasi teori an-Naẓm.
- Keindahan Al-Qur'an berasal dari koherensi pada ayat, surah, dan keseluruhannya.
- Al-Qur'an itu struktural, tidak acak.
- (21BS) Prinsip falsifikasi sains.
- Prinsip ini menyatakan, untuk membuktikan sesuatu itu salah, buktikanlah.
- Jika ada kesalahan pada Al-Qur'an, maka buktikanlah.
5—Kandungan Al-Qur'an§
- (22) Ayat tentang takwa/tawakal (akidah).
- (23) Al-Qur'an dan sains (fungsi Al-Qur'an).
- Al-Qur'an bukanlah kitab sains, tetapi mendorong pencarian dan menguasai ilmu pengetahuan.
- Al-Qur'an mengajarkan cara berpikir, bukan menjadi buku sains.
- (24) Ayat tentang larangan mengolok-olok (akhlak).يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّنْ قَوْمٍ عَسٰٓى اَنْ يَّكُوْنُوْا خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَاۤءٌ مِّنْ نِّسَاۤءٍ عَسٰٓى اَنْ يَّكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّۚ وَلَا تَلْمِزُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوْا بِالْاَلْقَابِۗ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوْقُ بَعْدَ الْاِيْمَانِۚ وَمَنْ لَّمْ يَتُبْ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ
Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan itu) lebih baik daripada mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olok) perempuan lain (karena) boleh jadi perempuan (yang diolok-olok itu) lebih baik daripada perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela dan saling memanggil dengan julukan yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) fasik setelah beriman. Siapa yang tidak bertobat, mereka itulah orang-orang zalim.
QS. al-Hujurat: 11
- (25) Karakter QS. al-Baqarah: 177.
- Menjelaskan tentang hakikat kebajikan.
Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat, melainkan kebajikan itu ialah (kebajikan) orang yang beriman kepada Allah, hari Akhir, malaikat-malaikat, kitab suci, dan nabi-nabi; memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak yatim, orang miskin, musafir, peminta-minta, dan (memerdekakan) hamba sahaya; melaksanakan salat; menunaikan zakat; menepati janji apabila berjanji; sabar dalam kemelaratan, penderitaan, dan pada masa peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.
QS. al-Baqarah: 177
- Menjelaskan tentang hakikat kebajikan.
- (26) Prinsip antikrisis (muamalah).
- Al-Qur'an memberikan prinsip antikrisis pada masa-masa krisis pangan.
- Larangan riba.
- Wajib zakat.
- Dorongan membantu fakir miskin.
- Dilarang menimbun harta.
- Agar ekonomi tetap mengalir dan berputar.
- Al-Qur'an memberikan prinsip antikrisis pada masa-masa krisis pangan.
- (27) Fungsi ayat kauniyah (tadabbur).
- Ayat kauniyah adalah ayat tentang alam semesta, membicarakan tentang kebesaran Allah Swt..
- Mengajak berpikir dan merenung.
- Menyadarkan betapa besarnya Allah Swt..
- Mengajak manusia melihat dan observasi, tidak percaya buta saja.
6—Struktur Al-Qur'an§
- (28) Sifat tartibul mushaf.
- Susunan surah dan ayat telah ditetapkan oleh Nabi Muhammad saw. dan dipertahankan hingga sekarang.
- Tidak sama dengan turunnya secara waktu, QS. al-Alaq bukan surah pertama.
- (29) Keunggulan mu'jam (metode penelitian Al-Qur'an).
- Mu'jam adalah kamus Al-Qur'an.
- Gunanya untuk mencari kata dan ayatnya.
- Melihat pola penggunaan kata.
- (30BS) Makna dan fungsi nama surah.
- Nama surah diambil dari
- istilah penting;
- kisah tertentu;
- tema;
- kata unik;
- pada surah.
- Fungsinya untuk identitas surah, agar mudah dihafal, dan memudahkan untuk memahami.
- Nama surah diambil dari