1—Pengantar Sosiologi




Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antarmanusia (atau kelompok) di masyarakat.
- (1) Ciri-ciri, peran, dan fungsi sosiologi sebagai ilmu pengetahuan.
- Peran, sosiolog sebagai:
- ahli riset.
- konsultan kebijakan.
- praktisi.
- Sebagai perencana dan pelaksana kegiatan masyarakat.
- pendidik.
- Fungsi
- Pembangunan
- Sosiologi memberikan data sosial untuk membantu perencanaan pembangunan.
- Penelitian
- Untuk memahami dan menyelesaikan masalah sosial.
- Advokasi kebijakan
- Menjadi dasar penyusunan kebijakan.
- Pembangunan
- Peran, sosiolog sebagai:
- (2) Ciri-ciri sosiologi sebagai ilmu.
- Empiris, sesuai fakta yang ada. Walaupun buruk.
- Teoritis, menyusun teori berdasarkan observasi.
- Kumulatif, menyempurnakan teori lama jika ditemukan yang lebih baik.
- Nonetis, tidak menilai buruk/buruk, hanya melaporkan.
- (3) Perbedaan perkembangan sosiologi di Eropa dan Amerika.
- Eropa
- Lebih bersifat filosofis dan kritis.
- Dipengaruhi Revolusi Industri dan Prancis.
- (Tokoh) Auguste Comte, Karl Marx, Émile Durkheim.
- Amerika
- Lebih bersifat praktis dan terapan.
- Digunakan untuk pemacahan masalah sosial.
- Fokus pada penelitian lapangan.
- Eropa
- (4) Hubungan Revolusi Industri dengan perkembangan ilmu sosiologi.
- Pada Revolusi Industri, terjadi perubahan yang sangat besar, termasuk perubahan sosial.
- Urbanisasi.
- Kesenjangan sosial.
- Pengangguran.
- Kriminalitas.
- Kemiskinan.
- Masalah ini mendorong lahirnya ilmu sosiologi.
- Pada Revolusi Industri, terjadi perubahan yang sangat besar, termasuk perubahan sosial.
- (5) Tokoh-tokoh sosiologi beserta gambar dan pemikirannya.
Tokoh Pemikiran Auguste Comte Bapak sosiologi, positivisme Émile Durkheim Fakta sosial Karl Marx Konflik kelas Max Weber Tindakan sosial Herbert Spencer Evolusi sosial - (6) Konsep realitas sosial dan budaya dalam masyarakat.
- Realita sosial: kenyataan di masyarakat (konflik, masalah, dll.)
- Budaya: cara hidup
- Budaya memengaruhi perilaku manusia.
2—Penelitian Sosial
- (7) Konsep dasar penelitian sosial.
- (8) Langkah awal dalam menyusun penelitian sosial.
- Menentukan masalah/topik.
- Melakukan studi pendahuluan.
- Riset sebelum riset.
- Apakah worth-it untuk dilanjutkan?
- Memperjelas masalah.
- Apakah layak diteliti.
- Merumuskan latar belakang masalah.
- Merumuskan masalah penelitian.
- Menentukan tujuan dan manfaat penelitian.
- Menentukan landasan teori.
- Menyusun metodologi penelitian.
- Melaksanakan penelitian.
- Mengumpulkan data.
- Menarik kesimpulan.
- (9) Instrumen penelitian.
- Kuesioner/angket.
- Wawancara.
- Observasi.
- Dokumentasi.
- (10) Hipotesis dalam penelitian sosial.
- Hipotesis adalah dugaan awal, yang akan dibuktikan pada penelitian.
- Benar atau salah akan tetap dilaporkan.
- (11) Mean, median, dan modus (coding dan perhitungan dasar data).
- Mean: $\bar x = \frac{1}{n} \sum_i x_i$.
- Median: nilai tengah.
- Modus: nilai yang paling banyak muncul.
- Cara pemusatan data di atas digunakan untuk merepresentasikan data yang banyak.
- Koding adalah proses menganalisis, memerinci, dan menyusun data.
- Koding akan membawa peneliti ke beberapa kategori.
3—Identitas Diri, Tindakan Sosial, dan Hubungan Sosial
- (12) Jenis-jenis identitas dan identitas diri menurut Anthony Giddens.
- Identitas primer yang datang dari lahir, seperti gender dan ras.
- Identitas sekunder yang datang dan dibentuk dari kehidupan, bisa didapat dari lingkungan, keluarga, dll..
- (13) Jenis-jenis tindakan sosial (menurut Max Weber).
- Tradisional berdasarkan dari kebiasaan.
- Afektif dikuasai emosi, tanpa akal.
- Rasional instrumental berdasarkan akal yang memperhitungkan kesesuaian antara cara dan tujuan. Contoh “Siswa memilih bidang Fisika karena lebih praktis dan perhitungan,” “Siswa memilih bidang Soshum karena suka menganalisis.” Formulanya “X karena Y.”
- Rasional nilai berdasarkan nilai moral, walaupun mungkin tidak ada mendapat untung. Contohnya “Saya membantu nenek menyeberang di jalan,” “Saya berinfak untuk membantu saudara-saudara saya yang terkena musibah.”
- (14) Ciri-ciri hubungan dan interaksi sosial.
- Syarat interaksi sosial:
- Setidaknya ada dua pelaku.
- Ada komunikasi.
- Dimensi waktu: masa lalu, masa kini, dan masa depan.
- Ada tujuan.
- Syarat interaksi sosial:
- (15) Faktor-faktor interaksi sosial.
- Imitasi, meniru orang lain.
- Sugesti, terpengaruh orang lain.
- Identifikasi, ingin menjadi sama.
- Simpati, rasa iba terhadap penderitaan orang lain. Dari sudut pandang diri sendiri.
- Empati, seolah merasakan apa yang mereka rasakan. Dari sudut pandang mereka yang terkena musibah.
- (16) Proses interaksi sosial.
- Asosiatif, mengarah kepada persatuan, kerja sama.
- Kerja sama.
- Akomodasi.
Akomodasi Keterangan Toleransi Menghargai perbedaan. Kompromi Yang berselisih sepakat untuk saling mengurangi keinginan. Konsiliasi Yang berselisih mempertemukan keinginannya. Mediasi Pihak ketiga netral hadir untuk membantu penyelesaian selisih. Mediator dapat memberi saran. Arbitrasi Pihak ketiga yang lebih tinggi hadir, dan keputusan arbiter saling mengikat kedua pihak. Contoh arbiter adalah wasit. Ajudikasi Menyelesaikan masalah di ranah hukum/pengadilan. Koersi Memaksa yang di bawah untuk mengikuti yang di atas. Contohnya, menghukum bawahan karena tugas tidak selesai. Stalemate Kedua pihak tidak mau mengalah dan kekuatannya seimbang, sehingga mereka “ah sudah lah.” - Asimilasi: panggabungan budaya menjadi yang baru. A + E = O.
- Contoh nyatanya dangdut (musik India + Melayu).
- Baju koko.
- Akulturasi: penggabungan, tapi tidak menghilangkan keduanya. A + E = Æ.
- Masjid-masjid kuno yang menggunakan arsitektur Hindu-Buddha.
- Keraton, gaya arsitektur Eropa, Tiongkok, Arab, dan lokal.
- Disosiatif, mengarah kepada perpecahan, perlawanan.
- Persaingan.
- Kontravensi.
- Pertentangan.
- Asosiatif, mengarah kepada persatuan, kerja sama.
- (17) Bentuk interaksi sosial asosiatif dan disosiatif beserta contohnya.
- Lihat (16).
- (18) Asimilasi dan akulturasi (pengertian dan contoh).
- Lihat (16).
- (19) Bentuk-bentuk akomodasi sosial.
- Lihat (16).